LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Serang Risma, Ahok panik karena partai pendukungnya belum solid

Hendri menilai, Ahok menyerang Risma untuk mendapat perhatian dari PDIP.

2016-08-13 04:48:17
Kontroversi Ahok
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok, memicu kemarahan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). Ahok memang mengakui soal keberhasilan Risma membangun trotoar yang bagus di Surabaya.

Namun, hal ini bukanlah berarti dapat dibandingkan dengan kinerjanya selama memimpin DKI Jakarta. Sebab, Ahok menilai Surabaya hanya sebanding dengan Kota Administrasi Jakarta Selatan bukan Provinsi DKI Jakarta.

Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai pernyataan Ahok tersebut bertujuan untuk Pilgub DKI Jakarta. Hendri menilai Ahok bersikap seperti itu untuk mendapat perhatian dari PDIP. Sehingga, PDIP mendukungnya di Pilgub DKI Jakarta ketimbang mengusung Risma.

"Dia (Ahok) ingin memastikan PDIP bahwa dia satu-satunya calon yang paling tepat," kata Hendri saat dihubungi merdeka.com, Jumat (12/8).

Hendri menilai Ahok saat ini dalam keadaan panik. PDIP belum memastikan siapa yang akan diusungnya. Padahal Ahok sangat membutuhkan kendaraan yang lebih besar untuk bertarung di Pilgub DKI.

Sementara itu, dukungan dari Partai Golkar sendiri belum bulat mendukungnya. Ketua tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, Nusron Wahid, mengakui bahwa Partai Golkar tidak bulat mendukung Ahok.

Dia mengatakan, ada sebagian kader yang keberatan partai berlambang beringin itu mendukung Ahok pada Pilkada 2017. Dengan artian, jika Golkar tak jadi memberikan dukungan, Ahok dapat dipastikan gagal mengikuti Pilgub. Sebab, dua partai yang mendukungnya yaitu Partai Hanura dan Partai NasDem hanyalah partai yang memiliki jumlah perolehan kursi tak mencukupi di DPRD DKI Jakarta sebagai syarat mengusung calon Gubernur.

"Dia kan saat ini tidak dalam kondisi ideal, tersandera parpol, bisa nggak ikut Pilgub dia," katanya.

Baca juga:
Jakarta-Surabaya tetap bersaudara
Risma: Saya tidak marah hanya ingin meluruskan perbandingan
Reaksi Ahok hadapi amarah Risma hingga ogah minta maaf
Dituntut warga Surabaya minta maaf, Ahok bilang tak pernah menghina
Demo warga Surabaya: Kami merasa dihina sama Ahok
PDIP sebut Ahok hanya pentingkan ambisi untuk pimpin Jakarta

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.