LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sepakat Kritik SBY dan Mega, Fahri Tantang Prabowo Aktif Berkampanye

Fahri melihat Prabowo jarang mendapatkan panggung. Menurutnya, seharusnya mantan Danjen Kopassus itu sering menunjukkan diri. Misal menjawab kritikan data-data oleh kubu petahana.

2018-11-16 11:31:26
Fahri Hamzah
Advertisement

Politisi PKS Fahri Hamzah sepakat dengan kritik Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap program Capres nomor 02 Prabowo Subianto. Menurut Fahri, Prabowo sebagai penantang dalam Pilpres harusnya lebih terlihat aktif ketimbang petahana.

"Saya kira kritiknya itu baik ibu Mega dan pak SBY itu konsennya sama, bahwa pak Prabowo sebagai kandidat itu harus lebih aktif jadi panggungnya di depan kantor pemenangannya itu mulai harus diefektifkan sebagai panggung tandingan," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (16/11).

Fahri melihat Prabowo jarang mendapatkan panggung. Menurutnya, seharusnya mantan Danjen Kopassus itu sering menunjukkan diri. Misal menjawab kritikan data-data oleh kubu petahana.

Advertisement

"Jangan terlalu sering absen jadi harus menchallange pak Jokowi melakukan apa," ucapnya.

Fahri juga menilai kritikan SBY terhadap Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebagai bentuk keprihatinan. SBY menjawab, saat menjadi Capres tidak pernah meminta-minta ketum partai supaya mengkampanyekan dirinya. Fahri melihat hal tersebut terjadi karena tak ada konsolidasi di kubu Prabowo.

"Kalau saya menganggap itu memang ada semacam keprihatinan ya ada kemungkinan di kubu penantang ini tidak terkonsolidasi," kata dia.

Advertisement

SBY meradang mendengar pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Klaim Muzani soal SBY berjanji akan mengkampanyekan Prabowo langsung terbantah.

SBY mengakui, sebenarnya dirinya tak harus tanggapi pernyataan Muzani. Namun, karena nadanya tak baik dan terus digoreng terpaksa merespons.

"Daripada menuding dan menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yang sembrono, justru merugikan. Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung untuk kampanyekan saya," tulis SBY dalam akun Twitter-nya, @SBYudhoyono dikutip merdeka.com, Kamis (15/11).

SBY melanjutkan bahwa seorang capres adalah super star dalam pilpres, yang harus memiliki gaya kampanye sendiri. Menurutnya, rakyat ingin mendengar langsung program kebijakan dari mulut sang capres.

Kritikan serupa juga diungkapkan Megawati. Saat membuka sekolah kepartaian, Presiden RI kelima itu menyindir kubu Prabowo yang tidak kampanye dengan program.

"Kenapa di pihak sana tidak mengatakan program juga, program saya ini. Kita belum pernah dengar apa yang akan dilakukan, mau menjalankan program seperti apa saya ndak tahu," ujar Mega dalam pidatonya.

Putri proklamator itu heran kubu Prabowo berkampanye ala-ala Presiden AS Donald Trump. Malah Prabowo pernah meniru ucapan serupa 'Make America Great Again'.

Menurut Megawati, kampanye demikian gawat. Karena diisi dengan kabar-kabar yang kebenarannya patut dipertanyakan.

"Yang disebut-sebut post truth, sebuah kebenaran yang seolah lewat begitu saja, orang-orang disuruh percaya padahal belum tentu kebenarannya," ucapnya.

Baca juga:
Fahri Hamzah Soal Poster 'Jokowi Raja': Bagus, Kelihatan Berwibawa
Fahri Hamzah Nilai SBY dan Amien Rais Jangkar bagi Prabowo
Tanggapan Mendagri soal korupsi subur di era Jokowi
Tudingan korupsi tumbuh subur, Moeldoko minta Fahri tak salahkan Jokowi
Mengapa ada gejolak di tubuh PKS?
Fahri Sebut Jokowi Sindir Diri Sendiri Soal Politik Sontoloyo & Genderuwo
Fahri Hamzah Harap Yusril Tetap Kritis Meski Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.