LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'Sentilan' Sandiaga Uno soal ekonomi pada pemerintahan Jokowi

Sandi mengaku masyarakat sering mengeluh soal ekonomi setiap kali berkunjung ke berbagai daerah.

2018-09-12 06:00:00
Pilpres 2019
Advertisement

Bakal cawapres Sandiaga Uno menemui bakal capres Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi parpol pengusung di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/9). Pertemuan itu untuk mendiskusikan perkembangan terakhir koalisi.

Sandi juga membahas keadaan ekonomi yang belakangan menjadi sorotan. Berikut pernyataan Sandi mengenai ekonomi:

Advertisement

Ukuran tempe jadi kecil

Bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno mengaku mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi perekonomian. Terlebih saat nilai rupiah yang sempat anjlok dan hampir menembus angka Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, kondisi ini berpengaruh banyak terhadap pengusaha. Salah satunya pengusaha tahu dan tempe. Sandi menyebut, ukuran tempe yang kini dijual di pasar menjadi semakin kecil dan tipis.

"Tempe sekarang sudah dikecilkan. Dan tipisnya sama kayak kartu ATM. Tahu Ibu Yuli di Duren Sawit, jualan tahu dikecilin karena tidak bisa menaikkan harga karena tidak akan laku karena daya belinya," kata Sandiaga Uno.

Advertisement

Rupiah melemah

Sandiaga Uno mengaku ikut prihatin atas merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Di mana nilai rupiah sempat menembus angka Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat. Melemahnya rupiah dinilai akan berdampak kepada rakyat kecil.

"Kami amat prihatin dengan melemahnya kurs rupiah yang berkepanjangan, yang tentunya memberatkan perekonomian nasional, khususnya rakyat kecil," kata Sandiaga di kediaman Prabowo, Jumat (7/9).

Menurutnya, melemahnya nilai rupiah ini disebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Hal ini berdasarkan pembahasan bersama para ekonom dan pimpinan parpol koalisi.

Minta pemerintah kurangi impor

Beberapa waktu lalu, nilai tukar rupiah sempat menembus angka Rp 15.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat Sandiaga khawatir dan memikirkan rakyat kecil.

Oleh karena itu, Sandi memberikan solusi atas keprihatinan merosotnya nilai tukar rupiah ini. Salah satunya dengan mendayagunakan ekonomi nasional untuk mengurangi impor.

"Impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak urgent, bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga harga bahan pokok," katanya, di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/9).

Harga pokok dan lapangan kerja

Bakal cawapres Sandiaga Uno mengaku setiap kali kunjungan ke berbagai daerah, banyak masyarakat yang menanyakan soal kondisi ekonomi Indonesia. Apalagi setelah nilai tukar rupiah atas dolar Amerika anjlok. Warga yang ditemuinya semakin gencar bertanya terkait masa depan ekonomi. Karena itulah kubu Prabowo-Sandi tak ingin mengabaikan pertanyaan masyarakat tersebut.

"Yang selalu ditanyakan masyarakat itu adalah masalah ekonomi. Harga bahan pokok yang naik. Ketersediaan lapangan kerja, lapangan kerja makin sulit didapat. Enggak pernah rakyat menanyakan tim sukses. Belum pernah ada satu pun (bertanya) 'Pak Sandi, Pak Sandi timsesnya siapa?'," katanya Sandi.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.