LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Senior Demokrat: AHY dan Ibas yang Paling Menonjol Jadi Pengganti SBY

Syarief mengaku belum tahu arah pemilik suara Demokrat di daerah apakah kepada AHY atau Ibas.

2020-02-19 16:59:14
Partai Demokrat
Advertisement

Wakil Ketua Umum Demokrat Syariefuddin Hasan meyakini hanya ada dua calon penerus Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai ketua umum Demokrat. Yaitu dua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Jadi pemimpin-pemimpin, calon-calon kader muda untuk tampil. Dan yang paling menonjol dari semuanya itu ya memang dua orang itu (AHY dan Ibas)," ujar Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).

Syarief, yang merupakan senior di partai, mengaku tidak minat bertarung di Kongres Demokrat 2020. Dia akan mengambil peran membimbing pemimpin muda Demokrat nantinya.

Advertisement

"Saya kan sudah senior. Senior itu membimbing juniornya. Mengawal apalagi tahun 2024 itu generasi milenial yang muncul. Jadi tugas para senior itu mengawal," jelasnya.

Syarief mengaku belum tahu arah pemilik suara Demokrat di daerah apakah kepada AHY atau Ibas.

Dia yakin, SBY merestui adanya regenerasi kepemimpinan di partai. Sehingga mendorong salah satu putranya agar maju di Kongres menggantikan dirinya.

Advertisement

"Ini bukan menyangkut masalah ikhlas atau tidak ikhlas. Tetapi proses regenerasi itu perlu. Dan kita di Demokrat sangat memahami itu. Jadi apalagi Pak SBY sangat mendorong ada proses regenerasi," kata Syarief.

Pendiri Partai Demokrat Achmad Mubarok menyebut tidak tertutup peluang munculnya 'kuda hitam' di luar nama AHY dan Ibas. Menurut dia, ada kader Demokrat yang sudah bisik-bisik memberitahukan dan berkonsultasi dengannya untuk maju menjadi caketum. Mubarok menuturkan, si calon ini tahu bahwa maju Kongres Demokrat butuh modal besar. Selain dukungan, salah satunya uang.

Calon ini, kata dia, berkantong tipis. Modalnya hanya idealisme yang tinggi untuk membesarkan partai. Sayang Mubarok enggan membeberkan identitas kader tersebut.

Selain modal besar, dia menyebut banyak tidaknya kader maju caketum juga tergantung suasana dan dinamika politik nasional. Dia beranggapan nuansa politik terkini yang sedang lesu membuat kader Demokrat kurang berminat maju di Kongres.

"Mereka baru bisik-bisik saja. Belum terbuka. Kubu ada beberapa, orangnya konsultasi ke saya. Biasanya calon-calon muncul setengah bulan sebelum kongres," jelas dia.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.