Selain Prabowo, Gerindra tutup lowongan capres
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menegaskan pihaknya menutup kemungkinan nama lain sebagai capres yang akan diusung. Sosok di luar Prabowo hanya disediakan kursi cawapres.
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menegaskan pihaknya menutup kemungkinan nama lain sebagai capres yang akan diusung. Sosok di luar Prabowo hanya disediakan kursi cawapres.
"Kalau mau ikut gerbong kami ya jadi wapres bukan calon presiden," ujar Andre kepada merdeka.com, Senin (2/4).
Menurutnya, siapapun yang tengah mendekati Gerindra harus sadar bahwa tidak ada kursi capres bagi mereka.
"Lupakan mimpi jadi calon presiden, capres kami hanya Prabowo. Termasuk seluruh orang, pak Gatot, Anies, TGB, AHY, sembilan nama PKS, Cak Imin, semuanya ya hanya jadi cawapres," tegasnya.
Namun untuk siapa yang akan mendampingi, Andre menyebutkan masih menunggu keputusan partai koalisi. Hal tersebut belum bisa dia pastikan kapan akan selesai urusan dengan koalisi tersebut.
"Kapan cawapres muncul, tentu hasil rapat kesepakatan bersama," kata dia.
Bendahara Umum Gerindra, Thomas Muliatna Djiwandono menguatkan pernyataan Andre. Internal partai hanya mendorong nama Prabowo. Namun, dia menuturkan keputusan tersebut pun belum final lantaran harus melihat realitas koalisi. Sebab, Gerindra tidak bisa mengusung seorang diri karena terbentur ambang batas 20 persen.
"Di Gerindra kami internal akan deklarasi Prabowo, namun untuk capres harus tetap realitasnya koalisi," kata dia saat ditemui di DPP Gerindra, Jakarta Selatan.
Baca juga:
Komisi Informasi Pusat bahas keterbukaan dana parpol dengan Gerindra
Fahri Hamzah minta Prabowo jelaskan ucapan soal elite bodoh dan maling
PPP duga ucapan Prabowo sebut elite bodoh dan maling bagian strategi politik
Airlangga nilai kicauan Prabowo soal elite bodoh & maling bagian dari kampanye
Gerindra buka peluang Gatot dampingi Prabowo asal jadi kader
Wasekjen PPP minta Prabowo ungkap elite bodoh dan maling supaya clear & diawasi