Sekjen PDIP Yakin Parpol Koalisi Dapat Untung dari Kampanyekan Jokowi
Sekjen PDIP itu menambahkan dalam tim kampanye nasional, masing-masing partai kompak mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf. Para calon legislatif yang ikut berkampanye ke masyarakat, diyakini bakal memiliki dampak keterpilihannya.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto memastikan sembilan partai koalisi pengusung pasangan calon presiden nomor urut 01 solid. Sehingga, tidak ada yang mempersoalkan dampak elektoral efek ekor jas (coattail effect) dari capres petahana.
Hasto memandang ketidaksolidan koalisi Prabowo-Sandiaga justru ikut membantu menaikan suara partai Jokowi-Ma'ruf Amin. Tak cuma PDIP yang identik dengan Jokowi, tapi juga Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB. Serta partai non parlemen, PSI, Perindo, dan PKPI.
"Kalau secara internal kita kan bersama - sama. Kita membangun etika bahwa ketika pak Prabowo dan pak Sandiaga Uno bersama parpol pengusung elektoralnya turun maka kemudian ini akan menaikan partai-partai seperti Golkar, Nasdem kemudian Perindo, PSI, dan PKB serta PPP," ungkapnya di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/11).
Sekjen PDIP itu menambahkan dalam tim kampanye nasional, masing-masing partai kompak mengkampanyekan Jokowi-Ma'ruf. Para calon legislatif yang ikut berkampanye ke masyarakat, diyakini bakal memiliki dampak keterpilihannya.
"Di dalam tim kampanye itu kan mencerminkan kesatupaduan parpol dan kemudian relawan," ucapnya.
Jubir TKN, yang juga Ketua DPP Perindo Arya Sinulingga mengamini ucapan Hasto. Menurutnya, koalisi Jokowi tidak goyah seperti kubu Prabowo. Dia melihat, Partai Demokrat terlihat setengah hati karena merasa tidak mendapatkan dampak elektoral jika mengkampanyekan capres-cawapres.
Berbeda dengan Prabowo-Sandiaga yang keduanya kader Gerindra, Jokowi dinilai sebagai sosok yang identik dengan semua partai dalam koalisi. Tidak cuma PDIP di mana mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkarir di politik.
"Jadi Pak Jokowi itu identiknya sama semua koalisi. Sementara Demokrat merasa itu cuma identik sama Partai Gerindra ya, mundur lah itu. Mungkin mundur. Goyang-goyang imannya," ucapnya.
Baca juga:
Elektabilitas Ma'ruf naik, Sandiaga fokus perbaikan ekonomi warga Jakarta
Megawati: Prabowo Tak Pernah Menjelekkan Saya, Tapi Orang di Sekitarnya
JKSN Jabar Targetkan suara 70 Persen, Khofifah Maksimalkan Peran ustazah
Megawati Sindir Kampanye Kubu Prabowo: Mau Jalankan Program Apa Saya Tidak Tahu
Demokrat Bebaskan Kader Pilih Capres, Kubu Jokowi Sebut Sikap yang Realistis
Baliho 'Jokowi Raja' di Bandung Dicopot Karena Dianggap Jauh dari Demokrasi