LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sekjen PDIP Ungkap Bukti Jokowi Masih Buka Dialog dengan NasDem

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menilai, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tetap membuka ruang dialog. Meskipun tak mengundang NasDem saat kumpul dengan ketua umum parpol pendukung pemerintah, Selasa (2/5) lalu.

2023-05-08 16:33:14
Surya Paloh
Advertisement

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menilai, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tetap membuka ruang dialog. Meskipun tak mengundang NasDem saat kumpul dengan ketua umum parpol pendukung pemerintah, Selasa (2/5) lalu.

Hasto mencontohkan dengan pertemuan antara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marivest) dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.

Hasto awalnya mengatakan, bahwa politik tidak hanya dibangun atas formalitas kerja sama politik. Tetapi juga memperhatikan aspek etika, sinyal kepemimpinan, arah kebijakan dari Presiden Jokowi.

Advertisement

"Sehingga hal itulah yang juga harus dibaca, mengapa Bapak Presiden Jokowi di dalam pertemuan tersebut tidak mengundang dari Partai NasDem, tetapi sebagai sosok yang memang mengedepankan dialog, Pak Jokowi terbuka," kata Hasto, saat ditemui di Gelora Bung Karno (GBK), Senin (8/5).

"Buktinya, juga ada pertemuan antara Bapak Luhut dengan Bapak Surya Paloh. Itu kan menunjukkan kepemimpinan yang membangun dialog tadi," sambungnya.

Advertisement

Selain itu, soal perlu atau tidaknya terhadap NasDem dilakukan reshuffle dari kabinet pemerintahan, Hasto menegaskan, hal itu menjadi kewenangan dari Presiden Jokowi.

Menurutnya, soal reshuffle harus dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan. Misalnya, untuk meningkatkan efektivitas Kabinet Indonesia Maju dan menjaga soliditas.

"Terkait dengan reshuffle, ini kan kewenangan sepenuhnya dari Presiden dan PDI Perjuangan sejak awal menyatakan tidak campur tangan terhadap hal tersebut," tuturnya.

"Semuanya juga untuk memastikan agar proses transisi kepemimpinan 2024 ke depan dapat berjalan dengan baik," imbuhnya.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.