LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sekjen Golkar: Dorongan untuk Airlangga jadi wakil presiden sangat kuat

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, mengatakan, ada pembicaraan dengan 34 DPD Golkar, tentang siapa yang mengisi posisi calon wakil presiden untuk Presiden Jokowi di 2019. Dia menyebut, ada aspirasi kader Golkar yang harus mengisi kursi tersebut.

2018-06-01 17:15:30
Pilpres 2019
Advertisement

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, mengatakan, ada pembicaraan dengan 34 DPD Golkar, tentang siapa yang mengisi posisi calon wakil presiden untuk Presiden Jokowi di 2019. Dia menyebut, ada aspirasi kader Golkar yang harus mengisi kursi tersebut.

Hal ini dia lontarkan usai mengadakan silahturahmi nasional DPD I Partai Golkar secara tertutup di kantor DPD DKI Golkar, jakarta, Jumat (1/6).

"Partai Golkar berupaya untuk pemenangan pada Pemilu Presiden sesuai dengan mekanisme dan waktunya. Dalam pembahasan juga banyak usulan terkait dengan posisi calon partai Golkar atau opsi-opsi untuk mendampingi bapak Presiden dan tadi disampaikan partai Golkar akan memperjuangkan hal tersebut pasca Pemilukada nanti," ucap Airlangga.

Advertisement

Saat ditanya apakah seluruh kader bulat mendukung dirinya? Dia sempat senyum lebar. Sembari menjawab diplomatis.

"Bulat mendukung Golkar, mendukung pak Jokowi. Karena aspirasinya relatif bulat," tutur Airlangga.

Sementara di tempat yang sama, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, tak membantah adanya hal tersebut.

Advertisement

"Aspirasi itu ada, tentunya menginginkan adanya kader Golkar. Tapi aspirasi itu memang dorongan untuk Pak Airlangga menjadi wakil presiden sangat kuat," jelas Lodewijk.

Dia pun menjelaskan, alasan Airlangga tak secara frontal menyampaikan, lantaran tak ingin mendahului. Karena semuanya masih harus dibicarakan dengan para Ketua Umum Partai Politik pendukung Jokowi.

"Cuma, Ketum kita cukup bijak. Bahwa pertama penentuan Wakil Presiden itu hak prerogatif Presiden, dan kedua juga beliau tidak ingin mendahului. Karena ini harus dibicarakan antar ketua umum koalisi yang mendukung Jokowi. Jadi dia tidak ingin mendahului," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Haris Azhar: Jokowi dan Prabowo sama saja, dua sosok yang anti HAM
Cak Imin: Pantang bagi saya mundur ke belakang
Sekjen Gerindra akui koalisi dengan PKS dan PAN sebatas 'tahu sama tahu'
Sekjen Gerindra sebut Prabowo akan kembali bertemu Puan Maharani
Canda OSO: Zulkifli Hasan duet dengan Habib Rizieq di Pilpres 2019


(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.