LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sekda: Banyak Warga Jateng yang Tidak Paham tentang Antibiotik

Pemprov Jateng meminta warganya saat ini untuk mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter. Hal ini guna mencegah AMR.

Kamis, 12 Okt 2023 10:31:00
penyakit
Sekda: Banyak Warga Jateng yang Tidak Paham tentang Antibiotik (merdeka.com)
Advertisement

Pemprov Jateng meminta warganya saat ini untuk mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter

Sekda: Banyak Warga Jateng yang Tidak Paham tentang Antibiotik

Pemprov Jateng meminta warganya saat ini untuk mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter. Hal ini guna mencegah resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) yang tengah marak terjadi.

Sebab, jika mengonsumsi antibiotik tidak langsung habis, justru memicu dampak penyebab infeksi menjadi kebal terhadap obat. 

"Ini masyarakat perlu diedukasi, karena pada bungkus obat antibiotik juga tidak dijelaskan kenapa harus habis. Sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat sebagai konsumen," kata Sekda Jateng Sumarno di Semarang, Kamis (12/10).

Apa Itu AMR?

AMR adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi dan parasit menjadi resisten atau kebal terhadap antimikroba (antibiotik, antivirus, antifungal, antiparasit) yang sebelumnya efektif untuk mencegah atau membunuh mikroorganisme tersebut.

Dengan kata lain, antimikroba yang sebelumnya dapat mengatasi infeksi akibat suatu mikroorganisme menjadi tidak efektif atau berkurang efikasinya.

Sumarno menyebut, produsen obat, pelaku usaha bidang kesehatan, apoteker, perawat, maupun pelayanan kefarmasian yang lebih paham tentang risiko AMR.

Advertisement

Dengan begitu, mempunyai peran penting dalam memberikan informasi kepada konsumen atau masyarakat. 

"Mengendalikan laju AMR merupakan tugas dari kita semua. Termasuk kita dari Provinsi Jawa Tengah dalam rangka melindungi masyarakat kita," ungkap Sumarno.

Advertisement
Advertisement

Sedangkan untuk mencegah laju AMR, berbagai langkah strategis harus dilakukan, antara lain pengawasan peredaran obat, serta edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat antibiotik.

“Karena masyarakat banyak yang tidak paham tentang antibiotik, ini butuh sosialisasi; bahwa mengkonsumsi antibiotik ini tidak sembarangan dan harus dengan resep dokter," ujar Sumarno.

Pelaksana Harian (Plh) BPOM Semarang, Woro PH mengatakan, sudah ada dukungan Pemprov Jateng melalui kebijakan pengendalian kecepatan laju AMR.

Hal ini dengan menerbitkan surat edaran kepada pelaku usaha antibiotik, serta memberikan imbauan kepada masyarakat luas untuk ikut berperan aktif mengendalikan AMR.

"BPOM Semarang menyadari, bahwa dalam menangani masalah AMR tdiak bisa bekerja sendiri, tapi butuh dukungan stakeholder dan lintas sektor terkait sesuai fungsi masing-masing," kata Woro.
Berita Terbaru
  • AIcosystem Resmi Hadir, Telkom Dorong Kedaulatan AI dan Digital Indonesia
  • Jumat Pagi Ini IHSG Bergerak Liar, Sempat Naik-Turun dalam Hitungan Menit
  • Rupiah Tembus Rp18.066 per Dolar AS pada Jumat Pagi
  • Disebut Bakal Masuk Kabinet, Ini Tanggapan Presiden Partai Buruh Said Iqbal
  • Mendagri Tito soal Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi: Tim Menilai Betul-Betul Saya Awasi
  • antibiotik
  • penyakit
  • resistensi antibiotik
Artikel ini ditulis oleh
Editor Randy Ferdi Firdaus
D
Reporter Danny Adriadhi Utama
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.