Sejak 2007 partisipasi warga Sulsel di Pilkada terus menurun
Sejak 2007 partisipasi warga Sulsel di Pilkada terus menurun. Pada 2007, tingkat partisipasi pemilih ada kisaran 73 persen. Kemudian pada 2012 menurun jadi 71 persen.
Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada beberapa daerah di Sulawesi Selatan menurun. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel punya pekerjaan rumah besar meningkatkan angka partisipasi pemilih. Apalagi pada Pilkada serentak 2018, KPU Sulsel menargetkan tingkat partisipasi pemilih naik menjadi 78 persen.
"Tahun 2007 lalu tingkat partisipasi pemilih ada kisaran 73 persen. Kemudian tahun 2012 menurun jadi 71 persen. Ini tantangan bagi kami untuk meningkatkan partisipasi pemilih," kata Kepala Humas KPU Sulsel Asrar Marlang saat ditemui di sela-sela kegiatan sosialisasi Pilkada Serentak di kawasan anjungan Pantai Losari, Minggu, (27/8).
Sosialisasi pilkada seperti yang digelar di anjungan Pantai Losari sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Masyarakat diberi pemahaman tentang pilkada serentak yang akan digelar tahun depan dan pemilu tahun 2019. Juga memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk memberikan hak pilihnya secara baik dan menghindari hal-hal negatif.
Salah satu sasaran sosialisasi ini adalah pemilih pemula. Sejak awal perlu dibangun pemahaman agar pemilih pemula dapat melaksanakan hak pilihnya secara baik.
"Kita tekankan pemilu bukan sesuatu yang menakutkan. Pemilu itu hak, sesuatu yang menyenangkan sehingga mereka mereka mau berpartisipasi," ujarnya.
KPU Sulsel juga menyampaikan ada aturan pemilu yang berubah. masyarakat diimbau sedini mungkin melakukan perekaman e-KTP sehingga bisa menggunakan hak pilihnya.
Di sela-sela kegiatan sosialisasi ini, KPU Sulsel juga melakukan penandatanganan petisi sadar demokrasi dan penggalangan testimoni oleh masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya yang hadir saat Car Free Day.
(mdk/noe)