Sebelum daftar ke KPU, Gus Ipul bersama kiai sepuh gelar istigasah
Gus Ipul mengatakan, bahwa dengan mendapatkan pasangan Calon Wakil untuk mendampinginya yakni Puti Guntur Soekarno Putri adalah sebuah jodoh yang tidak bisa lepas dari para kiai dan partai pengusungnya, PDI Perjuangan dan PKB.
Bakal Calon Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau dikenal Gus Ipul bersama para kiai sepuh dan kader PKB menggelar doa bersama (istigasah) di Kantor DPW PKB Jawa Timur. Hal ini guna memohon doa supaya diberikan kelancaran dalam proses pendaftaran.
istigasah ini diikuti sekitar 30 orang yang terdiri tim pemenangan, simpatisan partai, dan sejumlah kiai sepuh. Usai istigasah rencananya rombongan menuju Kantor DPD PDI Perjuangan. Setelah itu baru mendaftar ke Kantor KPU Jawa Timur.
Kepada wartawan, Gus Ipul mengatakan, bahwa dengan mendapatkan pasangan Calon Wakil untuk mendampinginya yakni Puti Guntur Soekarno Putri adalah sebuah jodoh yang tidak bisa lepas dari para kiai dan partai pengusungnya, PDI Perjuangan dan PKB.
"Ini takdir. Tidak pernah ada rencana, dalam waktu tidak terlalu lama. Di waktu detik-detik terakhir pendaftaran Pilgub akhirnya menjodohkan Mbak Puti mendampingi sebagai pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur," kata Gus Ipul di Kantor DPW PKB Jawa Timur, Jalan Ketintang Madya, Surabaya, Rabu (10/1).
Menurut dia, Puti tidaklah asing di Jawa Timur. Lantaran masih mempunyai garis keturunan Presiden Pertama Soekarno. Karena Puti merupakan anak dari Guntur Soekarno Putri.
"Mbak Puti itu cucu Soekarno. Pendiri republik ini. Sekali lagi ini adalah jodoh. Semuanya setelah Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarno Putri) menunjuk Mbak Puti, untuk mendampingi sebagai pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur," ujar dia.
Baca juga:
Berpasangan dengan Puti Soekarno, Gus Ipul optimis menangkan Pilgub Jatim
Menakar peluang Gus Ipul usai disandingkan dengan Puti Soekarno
Gus Ipul dipasangkan dengan Puti Soekarno di Jatim: Jodoh!
Daftar ke KPU Jatim, Gus Ipul-Puti dikawal penggemar Iwan Fals
PDIP sebut Gus Ipul-Puti wujud terima kasih ke KH Hasyim Asy'ari & Bung Karno