LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

SBY: Saya Dulu Hormati Semua, Misalkan saat PDIP Jadi Oposisi

"Saya menghormati Ibu Megawati sebagai presiden sebelum saya, kakak saya. Hubungan saya dengan alm Pak Taufik Kiemas juga baik. Jadi tidak ada masalah apa pun," kata SBY

2020-10-12 21:57:23
sby
Advertisement

Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menuturkan alasan tidak main tuduh kepada pengkritiknya saat masih menjabat sebagai presiden. SBY mengatakan, tidak baik bersuudzon. Dia mengaku menghormati semua pihak termasuk PDIP yang menjadi oposisi ketika ia menjabat sebagai presiden.

SBY mengaku menghormati dan menjaga silaturahmi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden pendahulu dan orang dianggap sebagai kakak. Hubungan dengan suami Megawati, Taufik Kiemas juga ia akui berhubungan baik.

"Saya dulu menghormati semua, misalkan PDIP beroposisi pemerintahan saya, saya tetap menjaga silaturahmi dengan para petinggi PDIP. Saya menghormati Ibu Megawati sebagai presiden sebelum saya, kakak saya. Hubungan saya dengan alm Pak Taufik Kiemas juga baik. Jadi tidak ada masalah apa pun," kata SBY seperti diceritakan dalam sebuah dialog yang diunggah pada YouTube SBY, Senin (12/10).

Advertisement

SBY mengatakan, tidak mudah menuduh-nuduh bahkan kepada partai oposisi. Dia mengedepankan sikap berbaik sangka.

"Dan saya tidak mudah mengatakan, ini yang menggerakan ini, partai ini yang beroposisi. Bisa salah lho dan itu lebih baik berbaik sangka daripada buruk sangka. Dan saya tidak bisa menasehati siapapun tapi alhamdulillah saya lulus menghadapi ujian itu, dan intinya adalah kita respek pada pendahulu, kita menghormati siapapun, tidak suudzon karena bisa salah berdosa kita," ucapnya.

Advertisement

Cerita itu pun menjawab tuduhan SBY menggerakan demo menolak UU Cipta Kerja. SBY membantah tuduhan tak berdasar dan fitnah tersebut.

SBY mengatakan, sebagai presiden dengan pengalamannya, harus siap dikritik, difitnah dan dihujat. SBY mengatakan, presiden harus kuat menghadapi ujian tersebut.

"Dan saya kuat. Kalau saya tidak kuat, tidak mungkin selesai jadi presiden. Kalau saya enggak kuat, enggak mungkin saya bekerja untuk meningkatkan ekonomi, menjaga demokrasi, tegaknya keadilan, hubungan internasional yang baik dan sebagainya. Kalau saya tidak sabar, kemudian melakukan tindakan yang tidak sepatutnya saya lakukan," kata SBY.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.