SBY: Malu kepada Rakyat Kalau Saat Ini Nafsu Dapatkan Kekuasaan di 2024
SBY: Malu kepada Rakyat Kalau Saat Ini Nafsu Dapatkan Kekuasaan di 2024. Presiden RI keenam itu bilang, tidak etis juga bicara politik 2024 karena pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua baru dimulai. Dia minta semua pihak menghormati hal tersebut.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, harusnya sejumlah pihak malu jika Pemilu baru saja usai sudah memikirkan kontestasi lima tahun mendatang atau Pemilu 2024. Hal tersebut dia sampaikan dalam pidato renungan akhir tahun SBY di Jakarta Convention Center, Rabu (11/12).
"Tak baik dan malu kepada rakyat, kalau saat ini kita memulai lagi kontestasi baru. Apalagi jika semangat dan nafsunya adalah untuk mendapatkan kekuasaan di tahun 2024," ujar SBY.
Presiden RI keenam itu bilang, tidak etis juga bicara politik 2024 karena pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua baru dimulai. Dia minta semua pihak menghormati hal tersebut.
"Juga tidak etis, karena pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua, baru mulai melaksanakan tugasnya. Mari hormati pemerintah kita, dan tentunya rakyat kita," sebutnya.
Hentikan Suasana Permusuhan
Demokrat, kata SBY, berpendapat untuk menghentikan suasana permusuhan. Dia minta semua pihak untuk membangun kembali kekuatan politik yang lebih damai dan menyatukan.
SBY menuturkan, kawan dan lawan harus diubah hubungannya dengan hubungan antar mitra untuk membangun bangsa.
"Kemitraan dan kebersamaan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi rakyat. Rakyat menghormati negara dan pemimpinnya. Negara dan pemimpin sabar dan mengayomi rakyat dengan adil dan penuh rasa kasih sayang. Bersatu kita teguh. Bersama kita lebih kuat. Together we are stronger," pungkasnya.
(mdk/eko)