LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

SBY Difitnah Demo Anarkis UU Cipta Kerja, Politikus PDIP Bilang Tak Ada yang Menuduh

Persepsi tertuduh muncul karena Demokrat membuat 'salto politik'. Menurutnya, Demokrat tidak konsisten dalam pandangan yang berkembang selama ikut dalam pembahasan RUU Cipta Kerja hingga pandangan akhirnya.

2020-10-14 14:11:13
UU Cipta Kerja
Advertisement

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno ikut berkomentar soal Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Demokrat yang merasa dituduh sebagai dalang demo penolakan UU Cipta Kerja. Hendrawan mengatakan, tidak ada yang menuduh secara khusus terkait dalang demo itu.

"Intinya, tak ada yang menuduh dengan identitas dan spesifikasi khusus" kata Hendrawan kepada merdeka.com, Rabu (14/10).

Dia melihat, persepsi tertuduh muncul karena Demokrat membuat 'salto politik'. Menurutnya, Demokrat tidak konsisten dalam pandangan yang berkembang selama ikut dalam pembahasan RUU Cipta Kerja hingga pandangan akhirnya.

Advertisement

"Pada pembahasan, Demokrat terus menyuarakan pentingnya reformasi struktural dilakukan jangan setengah-setengah. Harus tuntas dan mendasar. Tiba-tiba di akhir terkesan berbalik. Jadi muncul kesan 'musang berbulu domba'," ucapnya.

Meksi begitu, Hendrawan tetap menghargai perbedaan pendapat Demokrat terkait UU Ciptaker. Soal dalang demo pun akan terungkap pada waktunya.

"Demokrasi memberi ruang kontestasi gagasan. Tentang siapa dalang yang memprovokasi anarkisme demo, pada waktunya akan terungkap, setidak-tidaknya infonya semakin lengkap," ucapnya.

Advertisement

SBY Merasa Difitnah

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tunjuk hidung pihak yang dituduh menggerakkan massa demo menolak UU Cipta Kerja. Dia mengatakan, tidak baik tuduhan tersebut dibiarkan liar karena membuat masyarakat saling curiga.

"Kalau ditanya begitu paling baik tanyakan kepada beliau-beliau itu, siapa yang dimaksud orang yang menunggangi orang membiayai gerakan itu. Mungkin kalau tidak ada kejelasan ini tidak baik, rakyat saling curiga, tidak baik ke sana kemari beritanya," katanya dalam dialog yang diunggah akun YouTube SBY, Senin (12/10).

Dia membantah tuduhan sebagai pihak yang mendalangi demo UU Cipta Kerja. SBY tidak yakin jika Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, dan BIN menuduh dirinya.

"Saya kok tidak yakin kalau Pak Airlangga, Pak Luhut atau BIN yang dimaksud saya. Hubungan saya dengan Pak Airlangga selama ini baik, dengan Pak Luhut selama ini baik. Dengan BIN tidak ada masalah. Saya tidak yakin kalau BIN menganggap saya sebagai musuh negara saya kira enggak lah," ujarnya.

SBY menyarankan pemerintah menindak pelaku yang dianggap menggerakkan dan membiayai pendemo supaya tidak dianggap negara membuat hoaks. Sebab, negara perlu mendapat kepercayaan publik.

"Kalau memang menggerakan menunggangi membiayai dianggap negara kejahatan dan melanggar hukum, hukum harus ditegakkan lebih baik disebutkan. Kalau tidak negaranya membuat hoaks, tidak bagus karena kita harus percaya kepada pemerintah kita," terang mantan Ketum Demokrat ini.

SBY mendorong pemerintah membeberkan ke publik secara gamblang mengenai dalang yang dimaksud. Sebagai bagian dari etika pejabat yang memegang amanah rakyat.

"Jadi kalau saya ditanya seperti itu. Paling bisa menjawab mengklarifikasi semua ini ya beliau-beliau. Saya yakin kalau beliau ditanya oleh pers oleh rakyat mesti harus menjawab," ucapnya.

SBY bercerita, tudingan yang menyerang Partai Demokrat dan pribadinya bukan kali ini terjadi. Saat 2016, SBY mengaku pernah dituduh menggerakkan massa aksi 411.

"Saya ini orang tua ya. Pernah berjuang sebagai prajurit selama 30 tahun pernah juga di pemerintahan 15 tahun. Juga mengerti pemerintahan menghadapi masalah, masalah itu mesti dipecahkan. Saya juga mengalami itu. Jadi kalau kemarin saya dituduh seperti itu tidak baik, tidak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoaks, tuduhan tak berdasar," ujarnya dalam sebuah dialog yang diunggah akun YouTube SBY, Senin (12/10).

SBY menegaskan, tidak memiliki niat maupun pikiran untuk menggerakkan massa. Seperti yang dituduhkan. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini merasa menjadi korban fitnah dan tuduhan

"Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan gerakan massa yang begitu luas di tanah air kemarin. Andai kata saya punya uang banyak menggerakan aksi begitu, saya tidak punya niat, tidak berpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan. Dan begini memfitnah itukan sebenarnya menuduh seseorang saya dalam hal ini tidak mengandung kebenaran. Saya menjadi korban," tegasnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.