SBY dan Ibu Ani pakai kaus #JanganDiam, ini maknanya menurut Ibas
Semangat tersebut, kata Ibas, telah diterapkan oleh Partai Demokrat kepada pemerintah. Demokrat selalu mengingatkan pemerintah agar segala kebijakan yang baik sudah sepatutnya dilanjutkan, sementara yang buruk harus diperbaiki.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengungkapkan, tulisan #JanganDiam dan 'jika yang baik diam, yang jahat menang' di kaos yang dipakai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya Ani Yudhoyono adalah sebuah seruan. Seruan yang dimaksud adalah agar rakyat terus aktif menyampaikan kritik dan solusi atas segala persoalan bangsa.
"Seruan lah yah. Kalau semakin banyak orang-orang yang kritis, orang-orang yang memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa, ya harusnya sering berbicara menyampaikan pandangannya, pendapatnya," kata Edhi di Rumah Dinas Ketua DPR, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin (28/5).
Pria yang akrab disapa Ibas ini mengatakan, makna lain dari tulisan tersebut agar pemerintah lebih peduli mendengarkan keluhan rakyat.
"Ke depan Pemerintah bisa mendengar keluhan dan harapan aspirasi masyarakat, intinya kan itu," terangnya.
Semangat tersebut, kata Ibas, telah diterapkan oleh Partai Demokrat kepada pemerintah. Demokrat selalu mengingatkan pemerintah agar segala kebijakan yang baik sudah sepatutnya dilanjutkan, sementara yang buruk harus diperbaiki.
"Yang baik tentu dilanjutkan, yang belum ya diperbaiki dan disempurnakan, kan gitu," tandas Ibas.
Beredar foto di media sosial yang menampilkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenakan kaos bertuliskan #JanganDiam bersama istrinya Ani Yudhoyono saat nonton bareng laga final Piala Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid Minggu (27/5) kemarin.
(mdk/rnd)