LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Santainya Ahok dijadikan 'ban serep' simulasi PDIP di Pilgub DKI

Jika ingin didukung PDIP, Ahok harus bersedia diplot menjadi cawagub dari kader PDIP.

2016-08-25 09:41:00
Ahok di Pilgub DKI 2017
Advertisement

PDI Perjuangan (PDIP) hingga saat ini masih belum menemukan sosok ideal untuk diusung sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Sejauh ini, partai besutan Megawati Soekarnoputri masih melakukan simulasi-simulasi.

Termasuk PDIP melakukan simulasi menempatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai nomor dua, alias Calon Wakil Gubernur. Bukan tanpa alasan PDIP menjadikan Ahok sebagai 'ban serep'.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira mengatakan pertimbangan menaruh Ahok sebagai cawagub karena partainya memiliki suara terbanyak di Jakarta dengan 28 kursi. Jika dihitung, Ahok bersama 3 partai pendukung, hanya bisa mengumpulkan 24 kursi.

"Dari dulu kan Pak Ahok nomor 2. Yang dibawa kursinya kan 22 atau 23 kursi kan, PDI Perjuangan 28 kursi. Jadi lebih banyak dong, kalau dari logika kalkulator lebih banyak," kata Andreas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurutnya, simulasi untuk mencari pasangan calon ideal versi tiap parpol pun wajar dilakukan. Hasil simulasi itu, lanjut Andreas, bisa menjadi pertimbangan Mega untuk mengambil keputusan.

Sedangkan politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, ada 3 simulasi yang sedang dilakukan. Simulasi pasangan calon tersebut, katanya, dilakukan dengan mengumpamakan petahana Basuki T Purnama (Ahok) sebagai cawagub dari PDIP. Sedangkan calon DKI 1 berasal dari kader PDIP.

"PDIP jumlahnya 28 dan tiga partai mendukung Pak Ahok kursi 24. Kita simulasi cagub dari PDIP pasangannya jika Pak Ahok cawagub, ada Djarot-Ahok, Risma-Ahok, FX Rudi-Ahok," kata Masinton di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

Masinton menegaskan, jika ingin didukung PDIP, Ahok harus bersedia diplot menjadi cawagub dari kader PDIP. Rencana ini pun, lanjut dia, akan segera dikomunikasikan ke-3 parpol pendukung Ahok, yakni NasDem, Hanura, dan Golkar.

"Ahok harus realistis, jika enggak mau jadi cawagub jangan memaksakan diri melalui PDIP. Nanti dikomunikasikan ke tiga partai pengusung," jelasnya.

Mengetahui namanya hanya menjadi nomor dua dalam simulasi di PDIP, Ahok mengaku tidak terkejut. Ahok santai dan tetap menganggap dirinya masih nomor dua di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Memang (saya Wagub DKI), gue ini emang cocoknya jadi cawagub kok. Gubernur aslikan masih Jokowi, gue masih wagub," katanya di Kantor Pusat PD Pasar Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Namun, posisinya berubah ketika Jokowi diminta partai dan rakyat untuk maju sebagai Calon Presiden. Alhasil, Ahok harus menggantikan posisi yang ditinggalkan Jokowi.

"Cuma Jokowi dipinjemin (jadi) Presiden, jadi gue kayak akting Gubernur. Gitu," tutup Ahok.

Baca juga:
Djarot yakin Ahok menolak jadi cawagub DKI dari PDIP
Ahok bentuk tim khusus buat komunikasi dengan PDIP
Taufik Basari: Susunan Tim Pemenangan Ahok belum final
Susunan lengkap tim pemenangan Ahok di Pilgub DKI minus PDIP
Gerindra: Ahok kalah sama diri sendiri, masak marahin rakyatnya
Lulung yakin gugatan Ahok soal cuti kampanye bakal ditolak MK
Komisi II DPR tantang Ahok tak ambil gaji dari APBD jika gugat ke MK

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.