LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sandiaga tuding Djarot ditolak saat Jumatan bagian strategi kampanye

Sandiaga tuding Djarot ditolak saat Jumatan bagian strategi kampanye. Djarot yang datang ke Masjid At-Tiq sempat mendapat penolakan bari beberapa warga. Hal tersebut juga didukung dengan adanya spanduk bertuliskan 'Tolak Penista Agama di Kampung Melayu Tercinta'.

2017-04-14 18:58:39
Sandiaga Salahuddin Uno
Advertisement

Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara terkait penolakan warga terhadap pesaingnya Djarot Syaiful Hidayat saat ingin melaksanakan Salat Jumat di Masjid At-Tiq Jalan Mesjid 1, Kampung Melayu Besar, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut Sandiaga, insiden penolakan beberapa warga itu terhadap Djarot merupakan strategi kampanye.

"Jadi saya percaya sih semua warga masyarakat menerima, kecuali itu bagian dari strategi kampanye mereka untuk hal seperti itu," kata Sandiaga di bilangan Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (14/4).

Menurut Sandiaga, berdasarkan pengalaman jika ingin datang ke sebuah acara sudah dikondisikan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, insiden penolakan tersebut tak mungkin terjadi.

"Dari pengalaman saya kita kalau Salat Jumat atau ke acara dalam pemilu ini pasti sudah di kontrol mengkondisikan didaftarkan oleh masyarakat," ujarnya

Namun, Sandi juga menambahkan, penolakan tersebut bisa juga terjadi karena kurangnya komunikasi. Sebab, dia menilai, jika ada komunikasi dengan baik kampanye yang dilaksanakan mudah diterima masyarakat.

"Saya selama 18 bulan karena terjadwal dan terkomunikasikan dengan baik alhamdulilah selalu diterima. Dan mestinya juga begitu Pak Djarot selalu diterima selama terkomunikasi yang baik dan sosialisasi yang baik," ucapnya.

Sebelumnya, Djarot yang datang ke Masjid At-Tiq sempat mendapat penolakan bari beberapa warga. Hal tersebut juga didukung dengan adanya spanduk bertuliskan 'Tolak Penista Agama di Kampung Melayu Tercinta'. Namun kedatangan Djarot tak begitu menibulkan keributan. Sebagian warga bersalaman dengannya.

Usai Salat Jumat, Djarot keluar dengan diiringi takbir dan kalimat penolakan. "Takbir Allahu Akbar," serta teriakan "Usir, usir, usir," teriak sebagian jemaah.

Mendapat penolakan, Djarot menikai aksi sebagian jemaah dan juga isi ceramah Salat Jumat yang menyerukan untuk memilih peminpin yang muslim telah dipolitisasi untuk kepentingan politik.

"Itu lah bentuk saya sebutkan politisasi Masjid. Untuk kepentingan-kepentingan politik praktis, politik praktis. Mungkin meniru pola di negara lain," kata Djarot di lokasi, Jumat (14/4).

Baca juga:
Prabowo minta Anies-Sandi fokus ke daerah berpotensi beralih ke Ahok
Polisi tangkap rekan bisnis Sandiaga Uno terkait pengelapan tanah
Jelang debat, Sandiaga Uno pastikan data yang dimiliki akurat
Pelapor ngotot Sandiaga segera diperiksa, polisi bilang 'dia siapa?'
Sandiaga mengaku tak tahu Prabowo konsultasi dengan Denny JA
Sandiaga Uno 'bombardir' Ahok-Djarot dari Cipinang
Ajak warga DKI main saham, Sandiaga perkenalkan OK OCE Stock Center

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.