Sandiaga Pilih Blusukan Kurangi Ongkos Biaya Politik yang Tinggi
Untuk menekan tingginya dana kampanye, Sandiaga pun mencoba melakukan sejumlah inovasi. Inovasi yang dilakukan adalah dengan lebih memilih langsung turun menyapa masyarakat dibandingkan melakukan pengerahan massa dalam jumlah yang banyak.
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, biaya politik untuk kampanye di Pilpres 2019 tinggi. Untuk itu, dia tengah merancang strategi untuk menurunkan biaya politik saat kampanye Pilpres 2019.
"Biaya politik memang tinggi. Ini yang menjadi tantangan kita bagaimana menurunkan biaya politik kampanye," ujar Sandiaga di Sleman, Jumat (16/11).
Untuk menekan tingginya dana kampanye, Sandiaga pun mencoba melakukan sejumlah inovasi. Inovasi yang dilakukan adalah dengan lebih memilih langsung turun menyapa masyarakat dibandingkan melakukan pengerahan massa dalam jumlah yang banyak.
"Kita sudah ketemu formatnya. Salah satunya ya seperti kunjungan ke Soto Bathok ini. Selain sarapan ya bisa menyapa langsung masyarakat. Ini juga simbiosis mutualisme. UMKM jadi terangkat. Dulunya ini bukan dianggap cara berkampanye," papar Sandiaga.
Sandiaga menerangkan terkait dana kampanye, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga selalu melaporkan dana kampanyenya. Selain melaporkan penggunaan dana kampanye, tim juga aktif melaporkan sumbangan dana dari masyarakat kepada Prabowo-Sandiaga.
"Tiap bulan kita laporkan. Dua, tiga bulan ini hampir Rp 30 miliar terpangkas (digunakan untuk kampanye)," terang Sandiaga.
Baca juga:
Ruhut Tantang Sandiaga Uno Bertemu di Pasar Bahas Harga Kebutuhan Pokok
Sandiaga Dapat Sumbangan Dana Kampanye Rp 10 Juta Saat Makan Soto di Sleman
Blusukan di Pasar Stan Yogyakarta, Sandiaga Beli Cabai, Tempe dan Jengkol
Demokrat 'Gerah' Lihat Manuver Politik Sandiaga Uno?
Mega Kasihan pada Prabowo, Sandiaga Bilang 'Pendapat Beliau Referensi Kita'
Sandiaga ingin kirim program kerja BPN ke Megawati
Sambil Makan Soto, Sandi Mengaku Dicurhati Pedagang di DIY Soal Harga Kedelai