Sandiaga minta masyarakat berhenti gunakan istilah 'kecebong' & 'kampret'
Menurutnya, penggunaan istilah kecebong dan kampret akan menurunkan citra politik Indonesia. Bahkan, dia khawatir nantinya mampu mendegradasi nilai demokrasi di Indonesia.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno sepakat dengan pernyataan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Di mana dia enggan akan keberadaan istilah 'kecebong' dan 'kampret' untuk menyebut massa pendukung tokoh politik tertentu.
"Sepakat banget sama Aa Gym, saya paling enggak suka itu. Menyebut nama-nama itu merendahkan," katanya di Lapangan Pors. Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/7).
Menurutnya, penggunaan istilah kecebong dan kampret akan menurunkan citra politik Indonesia. Bahkan, dia khawatir nantinya mampu mendegradasi nilai demokrasi di Indonesia.
"Saya enggak pernah menggunakan kata-kata tersebut dan itu kata-kata yang mendegradasi kita. Membuat kita tambah pesimis dan begitu kita berpikir pesimis kita berpikir negatif," ujarnya.
Karenanya, Sandiaga meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak ada lagi yang mengucapkan istilah kecebong dan kampret lagi. Dia menyarankan menggunakan kata-kata yang baik dan benar sebagai wujud persatuan kesatuan.
"Jadi mari gunakan kata-kata yang baik, kata-kata yang besar. Kita ingin membangkitkan semangat, kita pakai istilah-istilah yang membesarkan dan menggunakan kata Bhineka Tunggal Ika," tutup politisi Gerindra ini.
Sebagai informasi, Aa Gym dalam tausyiahnya meminta kepada masyarakat agar tidak menyebut kepada kelompok massa pendukung tertentu dengan sebutan 'kecebong' dan 'kampret'. Pernyataan itu disampaikan kala dia mengisi acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, hari ini Minggu siang (8/7).
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Adian Napitupulu, politikus PDIP yang sering jadi lawan debat Gerindra dan PKS di TV
TGB dukung Jokowi, Cak Imin tak khawatir tersaingi
SBY berharap Capres & Cawapres terpilih bisa saling melengkapi
Usai ditolak JK, AHY cari pendamping alternatif untuk Pilpres 2019
TGB dukung Jokowi maju dua periode, AHY sebut itu bukan dari Demokrat
Ditanya minta restu ke Prabowo buat nyapres, Anies tegaskan 'tidak ada'