Sandiaga: Harusnya Kita Bangga dengan Produk Dalam Negeri
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menerima keluhan pelaku usaha di Tangerang, atas rendahnya daya beli masyarakat saat ini. Diharapkan, pelaku usaha, juga tidak hanya mengandalkan pasar domestik tapi juga pasar luar negeri.
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menerima keluhan pelaku usaha di Tangerang, atas rendahnya daya beli masyarakat saat ini. Diharapkan, pelaku usaha, juga tidak hanya mengandalkan pasar domestik tapi juga pasar luar negeri.
"Tadi saya menerima aspirasi, saat ini keluhannya agak sepi, ekonomi lesu, kita harap nanti Prabowo-Sandi punya satu kebijakan khusus untuk meningkatkan akses pasar," ucap Sandi di pabrik sepatu Subi di Sukamulya, kabupaten Tangerang, Jumat (9/11) dalam safari politiknya di Tangerang.
Selain itu, Sandi menerangkan, pelaku usaha juga mesti bersinergi, untuk bisa saling membantu dalam menghasilkan produk berkualitas yang berdaya saing.
"Karena salah satunya yang dibutuhkan adalah order, kalau order diberikan kepada usaha kecil, usaha rumahan lebih banyak membuka peluang lapangan kerja di level masyarakat," ucap dia.
Namun ironinya, ucap Sandi, merk-merk produk dalam negeri belum begitu dicintai oleh bangsanya sendiri. Masyarakat masih lebih menyukai produk asing.
"UMKM harus bangga dengan merk sendiri, ini yang kita dorong. Malah yang asing kita kalahkan kualitasnya dan harusnya kita bangga dengan produk dalam negeri," bilang Sandi.
Sandi dalam kunjunganya ke pabrik sepatu Subi, juga sempat melakukan pemesanan. Namun sayang, ukuran sepatu untuk kaki Sandi sedang tidak ada.
"Tadi saya minta, belum ada ukurannya, yang sepatu canvas warna merah," ucap dia.
Baca juga:
Kunjungi Pasar Modern BSD, Sandiaga Soroti Harga Kencur Naik Tinggi
Blusukan ke Banten, Sandi Beberkan Solusi Atasi Pengangguran
PKS Soal Politikus Genderuwo: Jokowi Ingin Saingi Sandi yang Ngetop
Elite PAN: Prabowo Sukses Masuk ke Kantong Suara Jokowi di Jatim & Jateng
Januari 2019, Demokrat Tancap Gas Kampanyekan Prabowo-Sandiaga