LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Sampai Akhir 2018, Ma'ruf Amin Fokus Daerah kekalahan Jokowi di 2014

"Sekarang kami terus menggenjot (suara) Jabar, Jakarta, Banten dan beberapa daerah di Sumatera," ungkapnya di rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

2018-11-14 19:27:41
Pilpres 2019
Advertisement

Sampai akhir tahun, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf akan fokus menggarap suara di lokasi Joko Widodo kalah pada Pilpres 2014 lalu. Misalnya, yaitu Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan beberapa daerah di Sumatera. Wilayah tersebut adalah tempat Jokowi kalah karena isu agama di 2014.

Adalah tugas cawapres Ma'ruf Amin untuk merebut suara di sana. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu bakal gerilya di sana.

"Sekarang kami terus menggenjot (suara) Jabar, Jakarta, Banten dan beberapa daerah di Sumatera," ungkapnya di rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Advertisement

Sementara, untuk di Jawa Barat, Ma'ruf mengaku sudah banyak undangan ke beberapa kabupaten kota. Suara Jokowi sebelumnya diakui masih kalah di Priangan Timur (Garut, Tasik) dan Priangan Barat (Sukabumi, Cianjur).

"Saya malah sudah menerima undangan dari beberapa daerah dari Cirebon, Purwakarta, Karawang, bahkan juga Tasikmalaya, Ciamis, Garut, bahkan Sukabumi, Bogor. Sehingga kami harus mengatur jadwal supaya bisa memenuhi keinginan mereka," tuturnya.

Ma'ruf mengakui telah bagi tugas dengan Jokowi. Mantan Rais Aam NU itu fokus untuk menggarap suara ulama. Namun, Ma'ruf mengatakan bakal siap jika kampanye ke pasar-pasar, seperti yang dilakukan pesaingnya Sandiaga Uno.

Advertisement

"Kita memang segmentasi pak Jokowi dan segmentasi saya tentu kita berbagi. Tentu kalau diperlukan bahwa saya harus ke pasar ya nanti diatur apakah harus ke pasar," ujarnya.

Ma'ruf bakal terus kampanye ke pesantren-pesantren dan juga bertemu para ulama. Sebab konstituen dengan latar belakang muslim adalah targetnya.

"Saya banyak dengan kelompok ulama pesantren-pesantren komunitas keumatan," pungkasnya.

Baca juga:
Survei LSI Ungkap 5 Ulama Paling Berpengaruh pada Pilpres 2019
PDIP Demak Buru Pemuda Jepara, Penyebar Stiker 'Raja Jokowi' di Angkot
Bawaslu tolak penetapan DPT Pemilu 2019 di Jawa Barat
Forum Tunanetra Ultimatum Ma'ruf Amin untuk Minta Maaf Selama 10 Hari
Demokrat Pertanyakan Keseriusan Sandiaga Hadapi Pilpres 2019
Demokrat: Sandi banyak janji ke SBY dan AHY tapi tidak ditepati dan tak komunikasi
Imam Nahrawi Sebut Ma'ruf Amin Penggila Bola

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.