LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Saefullah ngaku sering bertemu partai, tapi belum ada mendukung

Hari ini, dia bertemu Sandiaga dan mengumbar pujian, mulai dari pemikiran yang bagus hingga badan atletis.

2016-08-12 16:57:39
Pilgub DKI 2017
Advertisement

Sandiaga Uno, bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, bertandang ke Balai Kota hari ini. Dia sempat bertemu Gubernur Basuki Tjahaja Purnama untuk melaporkan harga bahan pokok yang tak kunjung turun.

Usai bertemu Ahok, sapaan Basuki, Sandiaga melanjutkan pertemuan dengan Sekda DKI Saefullah. Dalam pertemuan itu, Saefullah mengaku sempat menyinggung soal Pilgub DKI 2016.

"Ya, memang ada. Tak dielakkan pembicaraan-pembicaraan itu. Normal-normal saja dalam demokrasi. Di spanduk sudah kelihatan. Sandiaga-Djarot, Djarot-Sandiaga, ada Sandi-Saeful, Saeful-Sandi. Macam-macam, biasa pasangan itu. Saya pikir ngalir aja," kata Saefullah, Jumat (12/8).

Saefullah mengatakan, sosok Sandiaga cukup ideal sebagai pemimpin. Dia juga memuji tubuh Sandiaga yang terkenal rajin berolahraga.

"Bagus badannya. Atletis. Tapi kami belum banyak diskusi, tapi kalau dilihat dari pikirannya, oke juga," pujinya.

Namun demikian, sejauh ini dirinya masih berpikir merampungkan semua tugas-tugasnya sebagai Sekda. Sembari menunggu ada partai yang berniat meminang dirinya.

"Kalau didukung cukup partai, saya pikirkan maju. Kalau maju kan kita sebagai orang taat undang-undang, kita jalankan undang-undang dan nyatakan berhenti sebagai PNS. Mau apa lagi? Kan harus begitu," tegasnya.

"Sebab komunikasi hampir semua partai. Tapi kan hasil komunikasinya enggak tahu, kami diundang untuk bicara saja. Kalau ngobrol setengah jam kan banyak. Saya sudah bolak-balik enggak ada surat dukungan. Tapi saya siap," sambungnya.

Dia menganggap keinginannya menjadi seorang pemimpin adalah hal yang wajar. Namun, lagi-lagi dia harus mengikuti aturan main yang ada.

"Kalau bicara ingin enggak ingin, semuanya mau. Namanya diberikan amanah oleh rakyat, menjalankan amanah rakyat dan pelayan rakyat, ya saya rasa semua orang ingin. Saya mau konkret dulu, mana dukungan partai. Kalau sesuai amanah undang-undang harus 22 kursi. Kami jalankan," terangnya.

Baca juga:
Petinggi PDIP gelar pertemuan di Teuku Umar bahas Pilgub DKI
Demo warga Surabaya: Kami merasa dihina sama Ahok
Saat Sekjen PDIP sindir Ahok, puji Sandiaga Uno dan Djarot
Ketum PAN lebih inginkan Risma maju di Pilgub dibanding Ahok
Anggota DPR menilai prestasi Risma lebih bagus ketimbang Ahok
Djarot minta Ahok tak cari dukungan PDIP saat injury time
PDIP sebut Ahok makin dijauhi rakyat karena bertikai dengan Risma

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.