Saat Pemilu Serentak Tenggelamkan Pamor Caleg dan Parpol
Pemilu serentak yang dilaksanakan pada 17 April mendatang membuat sisi dilematis terhadap pemilihan legislatif dikarenakan kalah pamor dengan pemilihan presiden.
Pemilu serentak yang dilaksanakan pada 17 April mendatang membuat sisi dilematis terhadap pemilihan legislatif dikarenakan kalah pamor dengan pemilihan presiden.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, berdasarkan hasil survei, pembicaraan di masyarakat 90 persen membahas pemilihan presiden ketimbang pemilihan legislatif.
Dari angka tersebut, kata Adjie, membuat popularitas partai politik dan calon legislatif tenggelam.
"Dominasi pilpres membuat partai politik dan caleg tenggelam dalam semangat pilpres," ujar Adjie dalam diskusi, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).
Dia menambahkan, beban pileg dan caleg semakin tenggelam dengan adanya aturan presidential threshold sebesar 20 persen. Jika aturan ini terus berlaku di pemilihan berikutnya, bukan tidak mungkin porsi pemilu saat ini akan terulang di pemilihan lima tahun ke depan.
"Soal efek positif ke partai politik punya peluang yang sama memenangkan pileg. Problemnya PT (presidential threshold) 20 persen saya menduga pemilu selanjutnya (menguntungkan) akan partai-partai politik yang saat ini punya capres," jelasnya.
Di samping itu, Adji mengatakan sosialisasi pemilu serentak dinilai belum maksimal. Terbukti dari survei LSI Denny JA yang menyatakan masyarakat tidak tahu tanggal penyelenggaraan pemilu.
"Mereka tahu bulan April ada pemilu tapi mereka banyak yang salah saat menjawab tanggal penyelenggaraan pemilu," tukasnya.
Baca juga:
Pemerintah Diminta Genjot Revitalisasi Pasar Rakyat, Perpendek Rantai Distribusi
Ridwan Kamil Yakin Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul di Jawa Barat
APK Jokowi-Ma'ruf Dirusak di Situbondo, TKN Ungkit Kasus Obor Rakyat
Menteri Agama Ingatkan Masyarakat Tak Ikut Sebar Hoaks dan Jaga Persaudaraan
TKN Yakin Bawaslu Netral Usut Laporan Camat Se-Makassar Dukung Jokowi-Ma'ruf
Salim Segaf Nilai Pondok Pesantren Sebagai Kekuatan Bangsa