Saat kampanye, Agus Yudhoyono dapat kejutan gurunya saat SMA
Saat kampanye, Agus Yudhoyono dapat kejutan gurunya saat SMA. Agus Harimurti Yudhoyono mengaku sangat terkejut ketika bertemu dengan dua orang guru asal Magelang saat menghadiri pertemuan komunitas guru swasta di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur.
Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono mengaku sangat terkejut ketika bertemu dengan dua orang guru asal Magelang saat menghadiri pertemuan komunitas guru swasta di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur. Sebab, kedua orang tersebut merupakan guru Agus saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di kawasan Magelang, Jawa Tengah.
"Ini surprise sekali, kejutan buat saya. Dua pengajar saya yang hadir, jauh-jauh dari Magelang, ibu Eko dan Pak Cecep yang mengajarkan saya menjadi seseorang yang baik, siap menghadapi tantangan, dan membekali saya waktu itu dengan nilai-nilai pimpinan, semasa saya di SMA Nusantara," ucap Agus kepada awak media di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/11).
Dilanjutkannya, bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga dapat melahirkan generasi-generasi yang berkualitas untuk semua penerus bangsa.
"Terimalah apresiasi kami yang setinggi-tingginya atas segala peran dan jasa yang luar biasa. Dan kami tahu bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melahirkan generasi-generasi yang berkualitas untuk kita semua," lanjutnya.
Sementara itu, Eko Sulistyorini guru semasa SMA Agus, mengaku bahwa Agus adalah salah satu murid yang pandai dan memiliki karakter serta watak yang berkepribadian baik.
"Dulu berani saya memanggilnya 'Gus'. Karena murid saya. Tapi sekarang tidak etis rasanya, jadi saya memangilnya Pak Agus atau Mas Agus," ucap Eko.
"Ini adalah salah satu murid saya yang pandai. Kemudian secara karakter dan watak kepribadiannya bagus. Dan yang menonjol adalah mas Agus ini punya leadership yang bagus. Sehingga mas Agus terpilih menjadi ketua OSIS pada zamannya," imbuh Eko.
Menurutnya, leadership Agus tersebut sudah tumbuh sejak di bangku sekolah, dan tak heran jika Agus dapat meraih 'Adhi Makayasa' di karir militernya.
"Jadi sudah terbukti leadershipnya sudah muncul sejak di bangku sekolah. Dan dari cerita para guru, ternyata ketika sudah di akademi militer prestasinya bisa jadi lulusan terbaik. Adhi makayasa. Itu lulus dengan tiga aspek, yakni intelektual akademik, watak kepribadian, dan kesehatan jasmani," tandasnya.
Baca juga:
Djarot heran masih saja ada warga lakukan penolakan kampanye
Tim sukses sebut Ahok dapat kampanye gratis di persidangan
Tak gubris kata Djarot dan Sylvi, Sumarsono skorsing pasukan oranye
Unggul di survei, Agus Yudhoyono tak mau berpuas diri
Ahok soal KJP ala Anies Baswedan: Maksudnya plusnya apa?
Diadang di Petamburan, Djarot cecar pendemo soal identitas
Sandiaga larang mobil mewah di DKI, Agus bilang 'saya pikir sulit'