LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Saat Irjen Anton Charliyan ingin kembali ke Jabar sebagai Cagub

Baru sebulan meninggalkan Jawa Barat, Irjen Anton mengungkapkan keinginannya untuk 'come back'. Keinginannya kembali ke Jabar dengan cara terjun ke dunia politik. Sebab, tahun depan digelar hajat politik besar yakni Pemilihan Gubernur 2018. Apalagi tahun depan masa purna Anton di institusi Polri sudah berakhir.

2017-10-06 05:40:00
pilgub jabar
Advertisement

Awal September 2017, Irjen Anton Charliyan resmi meninggalkan Jawa Barat. Posisinya sebagai Kapolda Jabar yang diemban sejak Desember 2016, digantikan oleh Irjen Agung Budi Maryoto. Kini Anton didapuk menjadi Wakalemdiklat Polri.

Baru sebulan meninggalkan Jawa Barat, Irjen Anton mengungkapkan keinginannya untuk 'come back' ke tanah Pasundan. Keinginannya kembali ke Jawa Barat dengan cara terjun ke dunia politik. Sebab, tahun depan Jawa Barat menggelar hajat politik besar yakni Pemilihan Gubernur 2018. Apalagi tahun depan masa purna Anton di institusi Polri sudah berakhir.

"Saya pensiun akhir 2018, mungkin saya masih diperlukan di Polri sampai akhir. Saya juga sadar Polri yang membesarkan saya sampai saat ini," ujar Anton saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (5/10).

Advertisement

Pria kelahiran Tasikmalaya 29 November 1960 ini mengatakan, jika memang ada dukungan untuknya, mulai dari institusi Polri, partai dan masyarakat, dia siap bertarung di Pilgub Jabar.

"Kalau partai dukung, masyarakat dukung, dan pimpinan saya langsung Bapak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) dukung, saya siap,"

Dia menceritakan, dorongan untuk maju di Pilgub Jabar sudah lama terjadi, ketika dia masih menjabat sebagai Kapolda Jabar. Menurutnya, beberapa kelompok masyarakat ada yang menginginkannya maju di Pilgub Jabar. Namun jenderal polisi bintang dua tersebut masih mengukur diri apakah layak untuk ikut maju di Pilgub Jabar atau tidak.

Advertisement

"Kalau dari mereka (organisasi masyarakat) dorongan ada. Saya tersenyum saja. Saya juga menolak tidak bagus. Memutus harapan orang tidak bagus. Tapi saya juga istilahnya tidak mau ke ge'eran makanya saya ukur diri dulu," terangnya.

"Semua harus lengkap dukungannya. Kita-kan kalau tidak ada legitimasi politik enggak bisa. Semua harus harmoni. Sekarang masyarakat mendukung, legitimasi mendukung, lalu pimpinan enggak mendukung? Kan bisa diganjal," ucapnya menambahkan.

Nama Anton kerap dikait-kaitkan dengan PDIP sebagai partai penguasa di Jawa Barat. Disebut berkuasa karena keterwakilan kursi di DPRD Jabar paling banyak yakni 20. Keterwakilan ini jugalah yang bisa dijadikan syarat pengusungan calon gubernur dan wakilnya tanpa harus berkoalisi.

Anton mengaku belum ada komunikasi khusus dengan PDIP untuk membahas sikap politiknya di Pilgub Jabar. Dia tidak menolak jika mendapat dukungan politik dari PDIP.

"Saya hanya ucapkan terima kasih (jika memang didukung) sebagai seorang prajurit. Kalau merestui saya pimpinan di Polri, atau presiden ya saya siap. Tapi saya sementara ini sebagai prajurit dulu saja. Apapun juga kalau anggota Polri kalau dibidik (partai) terbesar, dan berkuasa adalah kehormatan dan kebanggaan," tegasnya.

Baca juga:
Irjen Anton Charliyan siap maju Pilgub Jabar 2018
Siap maju Pilgub Jabar, Irjen Anton menanti pinangan partai
Deddy Mizwar siap bersaing dengan Irjen Anton Charliyan di Pilgub Jabar

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.