Roy Suryo nilai SBY lebih penting dari posisi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga
Roy Suryo nilai SBY lebih penting dari posisi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Roy melanjutkan, partai Demokrat juga belum membahas akan masa depan AHY. Menurutnya, saat ini terpenting adalah memenangkan Prabowo dan Sandiaga menjadi presiden wakil presiden 2019-2024.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo enggan menanggapi perihal wacana Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai juru kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Menurutnya, keputusan semua itu tergantung dari AHY.
"Nah prinsipnya begini ya, permintaan itu ada dan dengar banyak soal itu tapi semua tergantung pada mas AHY sendiri (mau atau tidak)," ujarnya saat menghadiri syukuran naik haji Agus Harimurti Yudhoyono, di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (12/8) malam.
"Kami dari Partai Demokrat prinsipnya adalah Insya Allah kita mendukung sebaik-baiknya, sekuat-kuatnya kalau memang itu bisa itu di kembalikan kepada yang bersangkutan," sambungnya.
Selain AHY, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diisukan menjadi tim pemenangan. Roy mengatakan, kalau hal itu belum dibahas dalam koalisi. Bahkan, menyerahkan sepenuh kepada Prabowo.
"Menurut saya pak SBY posisinya jauh lebih dari itu, gitu yaa. Tidaklah jika menjadi tim pemenangan. Semua itu tergantung juga sama pak Prabowo kemudian menentukan timnya, yang jelas partai Gerindra sendiri belum ada pembicaraan ke sana dan kita tunggu tanggal mainnya," ujarnya.
Selain itu, Roy melanjutkan, partai Demokrat juga belum membahas akan masa depan AHY. Menurutnya, saat ini terpenting adalah memenangkan Prabowo dan Sandiaga menjadi presiden wakil presiden 2019-2024.
"Itu sebuah keniscayaan ya, saya tidak biasa bicara A terus hasilnya B, yang namanya dalam berpolitik pasti ada pemerintah apapun dulu pemerintahan pak SBY juga dari partai pendukung juga dalam posisi masing-masing pak Jokowi kan juga begitu, artinya realistiskan orang janji dulu mengatakan second kabinetnya yang sama sekali tidak melibatkan parpol tapi kan kenyataannya isinya partai politik," bebernya.
"Jadi saya tidak boleh menampik itu pasti ada apalagi dari partai pengusung ya dari Gerindra sendiri dari PKS, PAN dan juga dari Demokrat, tapi sama sekali belum dibahas itu biarkan yang penting pak Prabowo dan Sandiaga Uno jadi dulu," pungkasnya.
Baca juga:
Domain Prabowosandi.id dijual Rp 1 miliar
Bantah mahar Rp 500 M, Sandiaga tegaskan tak boleh ada 'hengki pengki'
Deklarasi #2019GantiPresiden di Makassar tak mendapat izin
Para undangan berteriak 'ciee.. ciee..' saat Prabowo sebut nama Titiek Soeharto
Meski berkoalisi, PKS tetap tuntut Andi Arief minta maaf soal mahar Rp 500 M
PKS klaim dukungan ke Prabowo-Sandi penuhi separuh ijtima ulama GNPF
Sandiaga Uno siap tanggung setengah biaya kampanye Prabowo