Romo Benny yakin Ma'ruf Amin mengayomi tanpa melihat minoritas-mayoritas
Benny menilai selama ini rekam jejak Ma'ruf sebagai ketua MUI salah diartikan. Seperti tudingan bahwa Ma'ruf mengeluarkan fatwa larangan mengucapkan selamat natal.
Romo Benny Susetyo menjamin cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin peduli dengan minoritas. Menurutnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu memberikan jaminan ideologis Pancasila sudah final. Benny mengatakan, Ma'ruf berharap lima tahun ke depan konflik ideologi, agama, dan politik identitas sudah selesai.
"Ini terkait jaminan dia terhadap teman-teman minoritas sehingga minoritas tidak perlu khawatir tidak perlu takut. Dia memberi jaminan final ideologi Pancasila," ujar Benny di kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Rabu (26/9).
Benny menilai selama ini rekam jejak Ma'ruf sebagai ketua MUI salah diartikan. Seperti tudingan bahwa Ma'ruf mengeluarkan fatwa larangan mengucapkan selamat natal.
"Terkadang itu persoalan internal, misalnya fatwa dari natal itu kan bukan dari dia. Jadi sebenarnya banyak persoalan yang dia clear kan," kata dia.
Benny menambahkan, dirinya melihat komitmen Ma'ruf untuk menjaga ideologi Pancasila. Bahkan, dia meyakini mantan Rais Aam Nahdlatul Ulama itu mengayomi semuanya tanpa melihat minoritas dan mayoritas.
"Saya melihat dia mau komitmen yah, dia menjamin pancasila sebagai ideologi dan akan mengayomi semua orang bahwa di Indonesia itu tidak mengenal lagi minoritas dan mayoritas. Itu menurut saya pesan yang kuat bahwa ingin membangun negara tanpa politik identitas tanpa politik SARA. Dan menjadikan pancasila agar aktualisasi persatuan dan keadilan bisa tercapai," pungkasnya.
Baca juga:
Istri Gus Dur akan jewer pemain jika bertanding di Pilpres terlalu keras
Ma'ruf Amin ajak Mahfud MD bertemu istri Gus Dur, Sinta Nuriyah
Bertemu keluarga Gus Dur, Ma'ruf Amin sebut Mahfud MD warga NU
Ma'ruf Amin satu meja dengan Sinta Nuriyah,Yenny Wahid dan Mahfud MD
Ma'ruf Amin akan bertemu keluarga Gus Dur, Mahfud MD juga hadir
Timses pastikan Ma'ruf Amin tak pakai masjid untuk kampanye