Risma pilih wali kota daripada jadi menteri Jokowi-JK
"Enggak, saya di Surabaya saja, banyak orang pinter di Jakarta," elak Risma.
Wali kota Surabaya, Tri Rismaharani menolak jika ditawari menjadi menteri di jajaran kabinet Jokowi - Jusuf Kalla. Pasalnya, dia lebih memilih untuk membangun kota Surabaya.
Untuk diketahui, Risma masuk dalam bursa calon jajaran Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla. Dalam polling pilihan rakyat tersebut, Risma masuk dalam bursa Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
"Aku dari Surabaya pasti ditanyain itu. Enggak, saya di Surabaya saja, banyak orang pinter di Jakarta," elak Risma di Jakarta, Senin (11/8).
Untuk itu, jika ditawari langsung oleh Jokowi-Jusuf Kalla dengan tegas perempuan asal Kediri, Jawa Timur ini akan menolak. Sebab, dia masih terikat kontrak dengan warga Surabaya sebagai wali kota hingga tahun 2017.
"Saya akan sampaikan saya masih terikat kontrak dengan warga Surabaya," kata dia.
Risma juga mengaku belum ada penawaran langsung dari Jokowi-Jusuf Kalla untuk menjadi menteri. Oleh karena itu dia tidak ingin besar kepala dahulu.
"Belum, jadi enggak harus geer (gede rasa) dulu," ucap dia.
Meskipun polling tersebut merupakan pilihan rakyat, tetapi dianggap hal yang aneh. Sebab, menteri sebagai pembantu presiden, wakil presiden dalam menjalankan pemerintahan bukan dipilih oleh rakyat.
"Masak menteri dipilih rakyat, mana ada. Kalau presiden iya pilihan rakyat, wali kota dan bupati ada. Kalau menteri ya enggak ada lah," tutup dia.(mdk/tyo)