Rhoma Irama tak merasa PKB manfaatkan popularitasnya
"Jadi, terlalu naif kalau menganggap PKB hanya memperalat dan mempermainkan seseorang," kata Rhoma.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dituding memanfaatkan pedangdut, Rhoma Irama sebagai penarik massa dikala kampanye. Sebab, popularitas Raja Dangdut itu memang dikenal mampu meramaikan suasana.
Menanggapi hal itu, bakal calon presiden PKB, Rhoma Irama menampik soal tudingan tersebut. Terlebih, dirinya menyebut hal tersebut merupakan dugaan yang tak masuk akal.
"Itu naif kalau ada dugaan seperti itu. Karena (penunjukan sebagai bakal capres) disaksikan oleh Indonesia, bahkan dunia internasional," kata Rhoma usai meramaikan acara kampanye di Lapangan Albaina, Cipedak, Jakarta, Sabtu (29/3).
Dia menambahkan, partai yang mendorongnya maju sebagai RI-1 ini tidak mungkin memanfaatkan popularitasnya saja. Terlebih, partai pimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini merupakan partai islam.
"Jadi, terlalu naif kalau menganggap PKB hanya memperalat dan mempermainkan seseorang. Karena terlalu naif menganggap seperti itu. Karena PKB itu kan partai Islam," tegasnya.
Rhoma Irama menyambut positif soal gagasan partai Islam bersatu. Pasalnya, hal tersebut akan memperkuat terutama dalam ukhwah islamiah.
"Wah bagus banget," kata Roma saat ditemui usai kampanye terbuka PKB.
Bahkan, Si Raja Dangdut ini setuju dengan gagasan meleburnya partai islam dalam satu wadah partai politik.
"Seandainya ada partai islam, itu sangat baik dan saya rasa di antara nasionalis islam kalau bersatu itu sangat bagus," ujarnya.(mdk/did)