Relawan Jokowi tuding pelaku persekusi di CFD adalah pendukung Anies-Sandi
Koordinator pendukung Jokowi yang tergabung dalam Gerakan Nasional #2019TetapJokowi, Immanuel Ebenezer menuturkan, perilaku aksi teror dan intimidasi yang sempat mewarnai Pilkada DKI Jakarta dibawa hingga ke pilpres 2019. Mereka pun menyatakan tidak akan takut.
Para pendukung Jokowi menuding, terduga pelaku tindak intimidasi atau persekusi yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden di Bundaran Hotel Indonesia, pada Minggu (29/4) merupakan pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Koordinator pendukung Jokowi yang tergabung dalam Gerakan Nasional #2019TetapJokowi, Immanuel Ebenezer menuturkan, perilaku aksi teror dan intimidasi yang sempat mewarnai Pilkada DKI Jakarta dibawa hingga ke pilpres 2019. Mereka pun menyatakan tidak akan takut.
"Ini jelas ini perilakunya orang-orang gerombolan ini adalah pendukung Anies-Sandi dan perilaku pilkada akan diulang di pilpres, kami tidak takut," ucap Immanuel di Resto & Cafe Up To You, Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/4).
Ada aturan tidak memperbolehkan melakukan aktivitas politik ketika CFD. Aturan itu merujuk pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016, tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (KBKB).
Dia mendorong Pemprov DKI menegakkan aturan itu. Tidak tebang pilih, termasuk kepada orang-orang yang disebut Immanuel memiliki pandangan politik yang sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Tapi ketika sepaham dengan pandangan politik mereka, aturan itu tidak berlaku. Jangan picik Gubernur dan Wagubnya. Terapkan aturannya, dia bicara aturan, regulasi bahwa CFD tak boleh aktivitas politik, kenapa mereka diam," katanya.
Relawan pendukung Jokowi ini tengah mengumpulkan data-data yang mendukung untuk kemudian melapor ke pihak polisi.
"Ketika data lengkap dan semua yang menajdi kebutuhan pelaporan lengkap nanti kita kasih tahu kawan media," kata Immanuel.
Immanuel menegaskan, setiap individu harus menghormati perbedaan sikap politik. Karena dilindungi oleh undang-undang yang sah secara konstitusi. Namun jika perbedaan itu berujung pada tindakan intimidatif terlebih pada perempuan dan anak, maka tindakan tersebut tidak dapat diterima.
Dia meminta pihak-pihak yang berbeda pandangan politik tidak menyikapi dengan tindakan intimidasi. Pertarungan sebenarnya ada di Pilpres tahun depan.
"Kita menghargai sikap politis mereka tapi kita tidak bisa menerima ketika mereka coba melakukan intimidasi, pada seorang ibu dan anak. Kalau mereka punya keberanian diuji keberanian mereka di 2019. Siapa yang dipilih rakyat," tandasnya.
Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Gerindra tegaskan insiden CFD tak terkait partai politik
'CFD itu wahana olahraga & silaturahmi, jangan dirusak persoalan politik praktis'
Stedi keluhkan tidak ada polisi berjaga saat diintimidasi di CFD
JK soal ibu & anak diintimidasi di CFD: Wah itu enggak boleh
Alasan Satpol PP tak bubarkan kegiatan politik di CFD berujung intimidasi