Relawan Cakra deklarasi dukung AHY maju Pilpres 2019
Ratusan relawan yang hadir berasal dari beberapa daerah besar di Indonesia, di antaranya Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Papua Barat, dan DKI Jakarta.
Sejumlah orang melakukan deklarasi mendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Mereka tergabung dalam Relawan Cakra AHY menggelar deklarasi di Gedung Joeang '45 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/7).
Ratusan relawan yang hadir berasal dari beberapa daerah besar di Indonesia, di antaranya Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Papua Barat, dan DKI Jakarta.
Dalam deklarasi ini, diadakan diskusi yang dipimpin oleh Andi Alfian Malarangeng dan Rocky Gerung. Menurut Andi, ada kesamaan antara AHY dengan dua mantan Presiden dan Mantan Presiden Pertama RI, Soekarno-Moh Hatta.
"Pada waktu Bung Karno deklarasi Indonesia usianya 44 tahun, Bung Hatta 43 tahun, dan AHY 10 Agustus nanti 40 tahun," ujar Andi di lokasi, Senin (30/7).
Dia mengatakan, baik Soekarno, Hatta, dan AHY pada masanya masing-masing ada tuntutan juga kehendak untuk menempatkan harapan rakyat kepada orang-orang muda.
"Kenapa orang muda yang jadi tumpuan rakyat? Karena orang muda yang paham tentang perubahan penting yang perlu diadopsi bangsa," ucapnya.
Dengan majunya AHY dalam Pilpres 2019, Andi menyebut memang sudah seharusnya ada perwakilan orang muda dalam kepemimpinan nasional.
"AHY pemuda ajaib, SMA Taruna Nusantara juara satu, Akmil (Akademi Militer) lulusan terbaik, berkarier komandan pleton, komandan regu, komandan kompi, komandan batalyon," kata dia.
Menurut Andi, meski kalah saat maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, dirinya yakin justru hal itu menguatkan AHY.
"Yang biasanya kalah terpuruk, susah bangkit. Hebatnya kalah di DKI, tapi merebut hati rakyat Indonesia. Setelah kalah, menata hati dua bulan, AHY keliling Indonesia," tuturnya.
Oleh karena itu, mantan Menpora ini menyebut menjadi wajar jika nama AHY moncer di lembaga survei.
"He lost DKI but he gain Indonesia. Kalau Pilpres kalau ada AHY di situ, insya Allah di DKI menang. Ini pemuda ajaib yang memang jalan hidupnya kehendaki bermacam liku kehidupan yang menempanya jadi lebih kuat," tegas Andi.
Hanya Melengkung di DKI
Sementara itu, Pengamat Sosial Politik Rocky Gerung menyebut, kekalahan AHY di DKI tidak mematahkan semangatnya sama sekali.
"AHY hanya melengkung di Pilkada, bukan patah. Dan Cakra ingin meluruskannya lagi," terang Rocky.
Dirinya mengaku mengenal AHY sejak menjadi teman diskusi saat maju menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.
"Saya paham naluri keadilannya, saya mengerti psikologinya yang pernah keluar dari militer dan masuk kembali dalam perang politik sipil. Buat saya, seandainya kehendak rakyat yang terucap lewat polling, maka tidak ada yang bisa halangi tibanya masa depan," papar Rocky.
Reporter: Devira Prastiwi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Prabowo kantongi 4 nama cawapres, ada nama Salim Segaf hingga AHY
AHY tak masuk pembahasan capres-cawapres versi GNPF
Duet Prabowo-AHY diyakini yang paling mampu tandingi Jokowi
Dewan Syuro PKS sebut AHY lebih cocok jadi menteri bukan cawapres
PKS duga AHY belum berusia 40 tahun jadi alasan SBY tak ngotot minta Cawapres