Rekapitulasi 4 Kecamatan di Makassar Alot, Saksi Berdebat Soal Selisih Suara
Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat Kota Makassar yang digelar oleh KPU Makassar sejak 3 Mei lalu di Hotel Harper hingga kini belum selesai. Penyebabnya, rekapitulasi tingkat kecamatan oleh PPK belum tuntas secara keseluruhan.
Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat Kota Makassar yang digelar oleh KPU Makassar sejak 3 Mei lalu di Hotel Harper hingga kini belum selesai. Penyebabnya, rekapitulasi tingkat kecamatan oleh PPK belum tuntas secara keseluruhan.
Dari 15 Kecamatan di Kota Makassar, tersisa empat kecamatan yakni Kecamatan Tallo, Manggala, Panakkukang dan Tamalate. Kamis (9/5) kemarin, rapat pleno lanjutan dipindahkan ke Hotel Grand Asia di jl Boulevard pukul 09.00 wita. Namun hingga waktu disepakati, kotak suara dari empat kecamatan itu belum ada yang tiba sehingga rapat pleno kembali diskorsing hingga pukul 21.00 Wita.
Karena kotak suara belum ada, rapat pleno KPU Makassar ini berkali-kali diskorsing. Alhasil, rapat pleno pun akhirnya dibuka kembali Jumat siang tadi, (10/5).
Karena alotnya rekapitulasi dari beberapa kabupaten/kota yang salah satunya dari Makassar itu menjadikan rekapitulasi tingkat Provinsi Sulsel juga ikut tertunda.
Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat provinsi jadwalnya dari 8 Mei hingga 12 Mei. Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas saat pembukaan rapat pleno mengungkap harapannya agar rapat pleno bisa lebih cepat selesai sebelum 12 Mei mendatang namun karena alotnya rekap di beberapa daerah yang salah satunya dari Kota Makassar, harapan itu pun pupus.
Komisioner KPU Makassar divisi teknis penyelenggaraan pemilu, Gunawan Mashar yang ditemui saat jeda rapat menjelaskan, KPU Makassar saat ini sedang kejar target. Setelah dari Kecamatan Tallo, diharapkan akan lanjut lagi rekap dari Kecamatan Panakkukang yang targetnya malam ini kotaknya sudah diserahkan ke KPU Makassar. Sembari menunggu kotak suara dari Kecamatan Manggala dan Tamalate tiba.
Kata Gunawan, di antara empat kecamatan itu, yang paling alot adalah Kecamatan Tamalate karena di sana memiliki banyak TPS dan telat memulai penghitungan karena adanya perdebatan alot dengan saksi-saksi.
"Setiap daerah punya khas, dinamika masing-masing saat penghitungan termasuk di empat kecamatan yang alot ini, Tallo, Panakkukang, Manggala dan Tamalate. Ada yang alot karena sering buka kotak suara untuk penghitungan ulang, ada juga karena saksi-saksinya cukup militan mengkritisi perbedaan perolehan suara. Juga karena adanya aksi-aksi massa partai yang ikut memprotes di sekitar lokasi penghitungan. Ini secara psikologis berpengaruh ke saksi-saksi dan PPK yang melakukan penghitungan," urai Gunawan.
Ditambahkan, pihaknya menargetkan kotak suara dari PPK Kecamatan Manggala dan Tamalate sudah tiba besok pagi sehingga siangnya bisa rapat pleno lanjutan dan selesai sore harinya.
"Penandatangan dokumen itu juga mengambil banyak waktu. Jadi jika selesai penghitungan suara siang harinya, bisa dilanjutkan penandatangan dokumen dan selesai sore hari. Dengan begitu target kotak suara diserahkan ke KPU Sulsel tangal 12 Mei pagi itu bisa disegerakan," tandas Gunawan.
Baca juga:
Rekapitulasi Pileg di Bali: PDIP Kokoh di Puncak, Gerindra Nomor Lima
36 Ribu Suara Gerindra Hilang di Bangkalan, Rekapitulasi KPU Jatim Kembali Diskors
Masih Sinkronisasi Data, KPU Jabar Yakin Tuntaskan Rekapitulasi Sesuai Target
Masalah Selisih Suara, Sejumlah Partai 'Walk Out' dari Pleno Rekapitulasi DKI
Hari Ini, Dua Provinsi Serahkan Hasil Rekap Suara Pemilu 2019 ke KPU
Rekapitulasi Pilpres di Bali: Jokowi-Ma'ruf Menang Telak dari Prabowo-Sandi