LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Redam gejolak Pilkada, lembaga survei ditantang jujur buka hasil kerja

Direktur pusat studi sosial politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai, ada peran krusial dari lembaga survei terhadap pemilihan kepala daerah tahun ini. Tidak dipungkiri menurutnya, lembaga survei justru berperan sebagai lembaga konsultan bagi para calon kepala daerah atau parpol.

2018-06-30 13:05:00
survei
Advertisement

Direktur pusat studi sosial politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai, ada peran krusial dari lembaga survei terhadap pemilihan kepala daerah tahun ini. Tidak dipungkiri menurutnya, lembaga survei justru berperan sebagai lembaga konsultan bagi para calon kepala daerah atau partai politik.

Perubahan itu dianggap Ubedillah merupakan pencemaran demokrasi dalam melakukan pemilihan umum dikarenakan hasil survei berpotensi menggiring opini pemilih.

"Sebetulnya kontestasi yang seperti ini menimbulkan gejolak. Bangsa kita dengan keragaman yang besar ini tidak hanya berpotensi gejolak politik tapi juga sosial. Di sini bagaimana seharusnya lembaga survei gejolak politik tapi tidak bergejolak di sosial," ujar Ubedillah, Sabtu (30/6).

Advertisement

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar lembaga survei harus lebih transparan terhadap data yang mereka peroleh dalam melakukan survei. Dia menyarankan agar lembaga survei berani membuka data dari hasil survei mereka, meski diakuinya hal itu sulit dilakukan dengan pertimbangan dana besar.

Selain itu, Ubedilah juga menuturkan, lembaga survei harus berani menyatakan dirinya sebagai lembaga konsultan atau bukan dikarenakan hal itu juga akan berdampak dengan transparansi anggaran yang selama ini digunakan oleh lembaga survei.

"Pentingnya lembaga survei mengatakan mereka konsultan atau tidak dan penting juga ada transpransi anggaran oleh lembaga survei," ujarnya.

Advertisement

Kritik terhadap lembaga survei juga disuarakan oleh Usep S Ahyar, Direktur Populi Center, yang mengatakan bahwa lembaga survei kebanyakan tidak menjelaskan masyarakat lebih jauh dari hasil rilis mereka.

"Tidak dijelaskan hasil rilis ini penjelasan ilmiahnya gimana. Yang ada kan selalu elektabilitas, popularitas, itu kayak menggiring pemilih jadinya," ujar Asep.

Baca juga:
Gerindra pertanyakan hasil survei meleset jauh di Pilgub Jabar dan Jateng
Bawaslu: Ada laporan politik uang di Sulsel, Lampung dan Jatim
Dedi Mulyadi: Pilgub Jabar akhiri tren politik citra jadi politik gerilya
Akui kalah di Pilgub Sumut, Sihar Sitorus pamit pulang ke Jakarta
Kekalahan PDIP di 11 provinsi tak hambat kemenangan Jokowi di Pilpres 2019
Uu Ruzhanul: Jangan seolah-olah kita paling hebat walau menang

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.