LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Rapat paripurna HUT DPR diwarnai interupsi soal Rohingya

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun DPR ke 72. Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Fadli Zon.

2017-08-29 12:01:09
DPR
Advertisement

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun DPR ke 72. Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Fadli Zon.

Pantauan merdeka.com, peserta rapat paripurna terlihat sepi. Banyak sekali bangku anggota yang kosong. Semua Wakil Ketua DPR hadir kecuali Agus Hermanto. Ketua DPR Setya Novanto pun juga hadir dan memberikan pidato dan laporan atas kinerja DPR selama tahun 2016-2017.

Sebelum Novanto memberikan pidatonya, ada dua anggota DPR menyampaikan interupsi terkait pembantaian suku Rohingya di Myanmar. Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta pemerintah mengambil tindakan terkait dengan pelanggaran HAM yang terjadi di suku Rohingya.

"Kalau hari ini kita ultah ke 72 tahun, kita bisa makan minum saudara yang disebutkan tadi berjuang bertahan hidup. Enggak bisa tanpa tahu salah mereka dibantai," kata Jazuli, di ruang rapat paripurna Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8)

"Menurut saya DPR sebagai wakil rakyat mempunyai rasa kemanusiaan kita harus ada langkah konkret khususnya yang ada di Rohingya," ungkapnya.

Interupsi kedua disampaikan anggota Fraksi PAN Haeruddin yang meminta pemerintah untuk segera menyikapi hal pelanggaran HAM itu.

"Terhadap kelompok muslim Rohingya mohon sampaikan pada pemerintah RI yang ikut menjaga ketertiban dunia mohon bersikap pada pelanggaran HAM di Rohingya. Kalau bisa bertindak bagaimana menangani mereka yang menjadi korban kekerasan," ucapnya.

Baca juga:
Militer Myanmar tembaki etnis Rohingya hendak mengungsi ke Bangladesh
Ke Gedung UNHCR, warga Rohingya se-Jabodetabek minta pasukan PBB dikirim ke Myanmar
Konflik memburuk, tentara Myanmar diduga bunuh 800 warga Rohingya
Tangis histeris wanita Rohingya saat ditolak mengungsi ke Bangladesh

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.