'Rano Karno seharusnya sadar posisinya cuma ban serep Atut'
Rano dipinang Atut maju dalam Pilgub Banten lalu, bukan karena prestasi dia sebagai wakil bupati Tangerang.
Kabar retaknya hubungan antara Wakil Gubernur Banten Rano Karno dengan Gubernur Ratu Atut Chosiyah sebenarnya bukan persoalan baru di Banten. Di periode sebelumnya, sepak terjang Atut begitu mendominasi.
Dosen Ilmu politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ikhsan Achmad mengatakan, persoalan buruknya hubungan kerja gubernur dan wakil gubernur di Banten bukan persoalan baru.
"Menurut saya, Rano Karno sudah paham bahwa posisinya tidak lebih dari ban serep. Ketika (isu) ini diberitakan, bisa jadi berindikasi dalam rangka menaikkan bergaining atau dalam rangka upaya penyamarataan dari sebuah sumber daya politik untuk kebutuhan politik baik pemilukada di Banten maupun Pemilu 2014 mendatang," ujar Ikhsan ketika dihubungi di Serang, Rabu (24/7).
Ikhsan juga menambahkan, Rano dipinang Atut maju dalam Pilgub Banten lalu, bukan karena prestasi dia sebagai wakil bupati Tangerang, melainkan sebagai orang yang dapat mempercantik Atut untuk naik kedua kalinya ke kursi gubernur.
"Menurut saya Rano dari awal sudah sadar bahwa posisinya tidak akan lebih setara dan mendominasi," cetus Ikhsan.(mdk/bal)