LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Putaran dua, Anies siapkan 5-10 orang awasi saksi di TPS

Putaran dua, Anies siapkan 5-10 orang awasi saksi di TPS. Berbeda dengan Ahok-Djarot, Anies Baswedan mengaku akan menyiapkan 5-10 pengawal di setiap TPS untuk mengawasi jalannya pemungutan suara. Menurut Anies, pengawal itu sudah tertata rapi dan tinggal mengaktifkan.

2017-04-04 20:31:07
Pilgub DKI
Advertisement

Pasangan Ahok-Djarot menyiapkan 43.000 saksi yang terdiri dari partai pengusung dan relawan yang bertugas melaporkan setiap kejadian atau permasalahan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Selain saksi, aplikasi Mata Saksi disiapkan untuk mengawal TPS.

Berbeda dengan Ahok-Djarot, Anies Baswedan mengaku akan menyiapkan 5-10 pengawal di setiap TPS untuk mengawasi jalannya pemungutan suara. Menurut Anies, pengawal itu sudah tertata rapi dan tinggal mengaktifkan.

"Kita sudah siap bahkan jumlahnya banyak sekali. Tiap TPS akan ada tim pengawal 5-10 orang. Saksi kita kemarin sudah tertata rapi, jadi sekarang tinggal mengaktifkan ulang," ungkap Anies, Selasa, (4/04).

Terkait dari detail pengawal yang disiapkan Anies, baru akan disampaikan jelang pelaksanaan Pilkada putaran kedua.

Sebelumnya, tim pemenangan pasangan calon nomor urut dua Pilkada DKI 2017 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat menggunakan teknologi dalam pengawasan saat pencoblosan putaran kedua. Mereka memutuskan memakai aplikasi mata saksi untuk mengawasi saksi yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 19 April 2017 mendatang.

Juru bicara tim pemenangan Basuki-Djarot, Putu Artha mengatakan, aplikasi mata saksi dapat mengetahui berapa jumlah saksi yang sudah berada di tempat pemungutan suara (TPS). Tujuannya untuk menghindari adanya kekosongan saksi saat pemungutan suara pesta demokrasi.

"Misal 99 persen sudah masuk TPS, nah yang satu persen dimana saja posisinya. Kami bisa tahu, tinggal klik itu, ketemu nanti saksi di TPS mana yang belum masuk," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/4).

Dia mengungkapkan, nantinya saksi-saksi yang berada di kelurahan akan langsung terhubung dengan aplikasi tersebut. Namun, aplikasi itu hanya diperuntukkan bagi internal tim pemenangan pasangan petahana itu untuk meminimalisasi potensi kecurangan.

"Kami pastikan seluruh peristiwa di TPS itu terekam dengan sangat sempurna. Dan seluruh saksi nanti 26 ribu akan bergerak, kami akan bikin hall 44 kecamatan. Termasuk nanti di Kepulauan Seribu kami angkut semua," tutup Putu.

Selain itu, mereka juga akan menggelar pelatihan kepada para relawan yang tinggal di Apartemen. Sehingga nantinya mereka dapat menjadi saksi pada saat pencoblosan pada 19 April 2017 mendatang.

"Hari ini, kami ada kelompok kelas saksi apartemen, jadi mereka yang jadi saksi itu para Ahokers bukan dari partai, jadi kan mereka yang tinggal di Apartemen kayak Pluit tempatnya Ahok, ga mungkin mereka yang tinggal di pinggiran situ yang ditaruh, jadi itu sangat spesifik," katanya.

Baca juga:
Penghuni kerap di luar kota, jadi kendala pendataan DPT di apartemen
Habib Novel harap Anies-Sandi bisa jelaskan soal konsep syariah
3.000 Napi terancam tak bisa gunakan hak suara di Pilgub DKI
Djarot minta Ketua RT di Penggilingan jaga ketentraman wilayahnya
Anies soal spanduk Jakarta Bersyariah: Fitnah murahan, sudah hafal
Di Sentra Primer, Djarot sambangi empat RT minta doa restu
Datangi Penggilingan Jaktim, Djarot tawarkan bangun RPTRA

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.