LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Punya sejarah panjang selesaikan konflik, Golkar yakin bisa bangkit

Sejarah memperlihatkan kuatnya partai Golkar menghadapi badai krisis. Saat era reformasi, Golkar yang dipimpin Akbar Tanjung diterpa isu sebagai partai terlarang. Namun tetap berada di 3 besar pemenang pemilu. Krisis lain terjadi saat kepengurusan terbelah menjadi dua, yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

2017-12-01 18:32:00
Partai Golkar
Advertisement

Elektabilitas Partai Golkar disebut-sebut mengalami penurunan jelang Pemilu 2019. Penyebabnya, Ketua Umum Setya Novanto ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Ketua Bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnain meyakini elektabilitas partainya akan kembali naik jika Airlangga Hartarto menjadi ketua umum.

"Singkat kata ada beberapa pertanyaan mungkin enggak setelah Airlangga terpilih elektabilitas meningkat," kata Happy dalam diskusi publik bertajuk "Munaslub: Golkar Masa Depan, Harapan dan Tantangan" di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (1/12).

Airlangga diyakini mampu menyelamatkan partai berlambang pohon beringin karena mengusung gagasan, konsep dan kinerja baru.

Advertisement

"Dengan muncul Airlangga muncul new performance. Target pertama 16 persen," ujar Happy.

Selain faktor Airlangga, optimisme naiknya elektabilitas Golkar juga diperkuat dengan sejarah partai dalam menghadapi krisis. Dia berkaca saat era reformasi, Golkar yang dipimpin Akbar Tanjung diterpa isu sebagai partai terlarang. Akan tetapi, tetap berada di 3 besar partai pemenang Pemilu.Krisis lain terjadi saat kepengurusan terbelah menjadi dua, yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

"Masa reformasi 1999, 1999 itu Golkar itu dimana-mana dikejar seperti partai terlarang. Waktu kampanye diserang suruh buka baju bendera dibakar, begitu Pemilu berlangsung Golkar hanya beda tipis dengan PDIP. Jadi nomor 2," ungkapnya.

Advertisement

"Tahun 2004 oleh Gus Dur sudah mau dibubarkan dianggap partai terlarang kondisi betul-betul goncang, waktu itu Bang Akbar ketua. Dua kali Bang Akbar mengalami Tsunami, 1999 dan 2004," sambungnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.