PSI nilai kritik Fadli dan Hidayat soal penambahan stafsus Jokowi keliru
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau yang akrab yang disapa Uki menilai bahwa kritik Fadli Zon dan Hidayat Nur Wahid soal pengangkatan empat staf khusus presiden baru-baru ini adalah keliru dalam substansi.
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi atau yang akrab yang disapa Uki menilai bahwa kritik Fadli Zon dan Hidayat Nur Wahid soal pengangkatan empat staf khusus presiden baru-baru ini adalah keliru dalam substansi.
"Kami di PSI menilai bahwa kritik dari dua penggawa oposisi ini mengindikasikan ketidaksensitifan oposisi dalam menangkap isu-isu terkini. Ada beberapa kebutuhan pembangunan yang mendesak saat ini yaitu bidang keagamaan, ekonomi, dan koordinasi antar lembaga negara," terang Uki melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (19/5).
Uki mengatakan bahwa penambahan empat orang staf khusus presiden sudah sesuai UU yang berlaku dan kebutuhan pembangunan nasional saat ini. "Kita sama-sama tahu bahwa terjadi peningkatan potensi gesekan antar masyarakat terkait agama belakangan ini. Lalu kita juga sama-sama tahu masih banyak terdapat problematika dalam implementasi dana desa. Nah, hal-hal seperti ini yang sedang di-address oleh Presiden. Oposisi seharusnya gembira bahwa presiden merespons isu-isu terkini dengan cepat, bukan malah khawatir kalau pembangunan akan berjalan lebih baik," sambung Uki.
Uki juga menambahkan bahwa apapun yang dilakukan presiden pasti berdampak pada elektabilitasnya dalam pertarungan 2019. "Apakah ini terkait 2019? Sudah barang pasti kalau pembangunan dapat terlaksana dengan baik, incumbent-lah yang diuntungkan. Oleh sebab itu, sudah menjadi tugas oposisi menawarkan alternative policy yang lebih baik daripada kebijakan pemerintah, bukan sekedar menyinyiri presiden yang sedang kerja," terang Uki.
Di sisi lain, Uki menyoroti TGUPP provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 72 orang. "PSI melalui DPW Provinsi DKI justru menyoroti TGUPP nya Gubernur DKI Jakarta yang berjumlah 70an orang. Tim kami sedang membedah kebutuhan pembangunan DKI, bedah deskripsi tugas TGUPP, apakah sudah sesuai. Apakah sebuah kebetulan bahwa sebagian besar TGUPP adalah tim sukses Anies-Sandi di Pilkada DKI silam?" tutup Uki.
(mdk/bal)