LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PSI Minta Maaf Dompleng Ganjar Jadi Capres, PDIP: Pasti Menerima Namanya Juga Khilaf

Namun, Pacul mengingatkan PSI pentingnya menjaga etika dan unggah-ungguh dalam dunia politik.

2023-01-11 13:58:24
PDIP
Advertisement

Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto alias Pacul menyatakan partainya menerima permintaan maaf Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie terkait pendomplengan Ganjar.

"Sudah pasti menerima, karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latuhan pertama berterima kasih, kedua meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan ya pasti oke. Kecuali syarat-syaratnya tidak dipenuhi, kan kita kalau salah minta maaf, namanya juga kehilafan masa tidak oke kan," kata Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (11/1).

Namun, Pacul mengingatkan PSI pentingnya menjaga etika dan unggah-ungguh dalam dunia politik.

Advertisement

"Hubungan antarpartai menjadi penting karwna itulah namanya etika. Hari ini etika penting. Ketika semua berpikir pragmatis, etika karena enggak tertulis suka diabaikan, unggah-unggah diabaikan padahal itu menjadi tata nilai bangsa sesungguhnya," tegasnya.

Baca berita Ganjar Pranowo di Liputan6

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri lntaran sudah mencomot nama kader PDIP Ganjar Pranowo sebagai capres PSI.

Pernyataan Grace itu untuk merespons pidato Megawati pada perayaan HUT ke-50 PDIP yang menyebut ada parpol lin mendompleng kader PDIP.

“Kami paham bahwa apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dalam pidato di acara HUT ke-50 PDIP ditujukan ke PSI. Untuk itu, dalam kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, PSI meminta maaf kepada Ibu Mega,” kata Grace dalam keterangan video, Rabu (11/1/2023).

PSI, kata Grace, masih muda, belum berpengalaman dan masih harus banyak belajar. Ia menyatakan tak berniat merebut Ganjar.

“Dukungan terhadap Mas Ganjar bukan berarti kami mengambil kader PDIP. Justru ini merupakan pengakuan dari kami bahwa senior kami telah menghasilkan para pemimpin hebat.

PSI partai muda, kami masih awam dan naif. Kami kurang memahami mekanisme rekrutmen di PDIP,” ujarnya.

Grace bahkan memuji-muji Mega san menyebut Mega berhasil melahirkan berbagai pemimpin baik untuk Indonesia.

“PDIP di bawah kepemimpinan Bu Mega telah banyak melahirkan peminpin dan negarawan yang hebat. Pak Jokowi menjadi salah satu contoh nyata. Kami yakin bahwa PDIP akan mendukung kader-kader terbaiknya untuk melanjutkan kepemimpinan Pak Jokowi. Salah satu di antaranya Pak Ganjar,” kata Grace.

Grace juga menyebut siapapun pilihan Mega untuk jadi capres pasti adalah pilihan terbaik bagi Indonesiaz

“Siapapun pilihan Bu Mega dan PDIP, pasti yang terbaik untuk Indonesia. Sebagai sesama partai nasionalis, dan boleh disebut sebagai adik PDIP, kami akan selalu berjuang untuk kemajuan dan keutuhan NKRI. Semoga Bu Mega sehat selalu,” pungkas Grace.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir partai politik yang mendompleng dukungan calon presiden kepada kader PDIP. Megawati heran, seakan partai politik tersebut tidak punya kader sendiri yang bisa didukung sebagai calon presiden.

"Aku sampai liatin aku bilang orang berpolitik kok kayak gitu. Emang enggak punya kader sendiri? yang keras dong," ujar Megawati saat pidato HUT ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Megawati pun mempertanyakan apakah aturan soal pencapresan di KPU masih seperti pemilu sebelumnya.

"Iya dompleng-dompleng aturannya piye toh aku tanya Hasto, KPU aturannya dah lain? 'ga bu masih sama' jadi samanya gimana to," katanya menirukan pembicaraan dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Megawati menegaskan, aturan pencalonan presiden adalah calon presiden dan calon wakil presiden diusung oleh partai atau gabungan partai politik.

Kalau memang partai politik mendompleng kader partai lain khususnya PDIP, seperti partai tersebut punya kader yang mumpuni.

"Sorry aduh gawat dah. Kalau kayak gini konotasinya partai kayak enggak punya kader coba bayangin padahal jelas pemilu ada calon itu ada," kata Megawati.

Dia mencontohkan di PDIP untuk menjadi kader harus mendaftar dulu ke partai. Lalu ada jenjang masuk struktur partai, kemudian menjadi calon legislatif hingga eksekutif. Maka di PDIP juga ada penggemblengan internal melalui sekolah partai.

"Jadi pertanyaan saya. Mau bikin partai untuk opo. Jangan lupa itu organisasi partai politik. Internal harus mempersiapkan. Saya enggak tahu lain partai gimana persiapkannya kalau di kita jadi kader susah," tegas Megawati.

Megawati tidak menyebut siapa kader PDIP yang didompleng.

Reporter: Delvira
Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.