LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Projo Bicara Calon Menteri PAN, Pilih Zulhas atau Soetrisno Bachir?

Handoko enggan menilai layak atau tidak Soetrisno dan Zulhas jika bergabung di kabinet. Ia tak ingin mempengaruhi opini terkait isi reshuffle ini.

2021-09-07 15:08:40
Menteri Jokowi
Advertisement

Sekjen DPP Projo relawan Pro Jokowi (Projo) Handoko menghargai masuknya PAN menjadi koalisi partai politik pendukung Jokowi. Projo mencontohkan Gerindra yang dulu berseberangan di Pilpres 2019 kini bergabung pemerintah.

"Bagi Projo tidak ada masalah, kami menghargai itu. Toh pengalaman kita juga sudah membuktikan masuknya partai lain semasa Pilpres seperti Gerindra juga masuk meksipun dia lawan di kontestasi Pilpres. Jadi Projo mempersilakan, menghargai masuknya PAN, masuknya koalisi asalkan dengan catatan itu sebagai upaya untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara," katanya saat dihubungi, Selasa (7/9).

Handoko pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi jika ada jatah kursi menteri untuk PAN. Projo juga menganggap wajar bila PAN menyodorkan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan petinggi PAN Sostrisno Bachir untuk jadi pembantu Presiden.

Advertisement

"Terserah Presiden aja, kalau siapapun layak kita juga tahu nama-nama dari PAN, siapa-siapa kita juga tahu saja. Ada Pak Zulkifli Hasan, punya track record cukup panjang, ada Mas Soetrisno Bachir yang juga di pemerintahan periode 1 juga menjadi ketua KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional), ya silakan saja nanti terserah Presiden akan memutuskan," tuturnya.

Handoko enggan menilai layak atau tidak Soetrisno dan Zulhas jika bergabung di kabinet. Ia tak ingin mempengaruhi opini terkait isi reshuffle ini.

"Saya tidak menilai lah saya tidak ingin mempengaruhi opini soal orang per orang. Jadi untuk kepentingan reshuffle saya yakin informasi dan pengetahuan Presiden akan siapa-siapa yang masuk kabinet atau tidak itu sudah cukup komprehensif," pungkasnya.

Advertisement

Seorang Petinggi PAN menceritakan, Presiden Jokowi menginginkan Zulkifli Hasan mengambil jatah menteri yang ditawarkan. Dua pos kementerian disodorkan. Pertama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kedua, Menteri Perhubungan.

Dilihat dari jejak dalam kabinet, PAN pernah memplot kadernya di jabatan Menteri Perhubungan. Sementara Menko PMK biasanya diisi perwakilan Muhammadiyah yang menjadi basis massa PAN.

Zulkifli menolak. Alasannya ingin fokus mengurus partai. Pemain pengganti disiapkan. Nama Ketua Dewan Kehormatan Soetrisno Bachir jadi pilihan. Istana tampaknya pikir-pikir dengan usulan nama dari PAN. Pembahasan soal jatah menteri PAN tanpa titik temu. Sebab PAN menginginkan pos kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Presiden maunya Bang Zul langsung yang jadi menteri. Dan kesepakatan kami di internal PAN itu kita dorong Mas Tris (Soetrisno). Itu sebenarnya waktu reshuffle yang dulu," kata sumber ini saat dikonfirmasi, Rabu (1/9).

Baca juga:
Soetrisno Bachir Dinilai Mumpuni Gantikan Menhub Budi Karya Sumadi, ini Alasannya
PAN Sodorkan Soetrisno Bachir Jadi Menteri, Jokowi Dinilai Lebih Cocok dengan Zulhas
Kata Ekonom Soal Soetrisno Bachir Dikabarkan jadi Menhub Baru
Soal Kabar Mensesneg di Reshuffle, Stafsus Pastikan Pratikno Tak Langkahi Wewenang
PPP Tak Masalah Soetrisno Bachir Masuk Kabinet, Asal Punya Kemampuan

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.