Program ekonomi umat & pendidikan keagamaan demi citra Jokowi dekat dengan Islam
Dia mengungkapkan, program ekonomi keumatan sudah berlangsung dan akan terus digalangkan. Salah satunya yaitu bank-bank wakaf di masjid. Kemudian pada penguatan dan menyeimbangkan lembaga pendidikan agama serta dari yayasan ormas.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan program-program yang akan ditawarkan kepada masyarakat masih sama seperti di tahun 2014. Sebab kata Arsul saat ini Jokowi tinggal melanjutkan apa yang dikerjakan.
"Saya kira secara prinsip soal program atau agenda aksi itu masih tidak jauh beda dengan 2014. Kenapa demikian karena judulnya saja kan melanjutkan itu kan artinya ya apa yang sudah dikerjakan," kata Arsul di Rumah Cemara, Senin (24/9).
Arsul menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menggodok program yang memperlihatkan Jokowi dekat dengan umat Islam. Salah satunya program khusus yaitu ekonomi keumatan dan lembaga pendidikan keagamaan.
"Pertama penguatan ekonomi keumatan yang berkelanjutan dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan serta pondok pesantren," jelasnya.
Dia mengungkapkan, program ekonomi keumatan sudah berlangsung dan akan terus digalangkan. Salah satunya yaitu bank-bank wakaf di masjid. Kemudian pada penguatan dan menyeimbangkan lembaga pendidikan agama serta dari yayasan ormas.
"Sebaliknya lembaga pendidikan keagamaan itu 90% lebih yang diinisiasi masyarakat tidak tentu hanya muslim saja ya. Juga ada agama lain, justru kurang dari 10 persen yang itu di bawah pemerintah nah ini kita pak Jokowi berkomitmen untuk menyeimbangkan ini. Tidak dengan mengambil yang dikelola oleh masyarakat menjadi dikelola pemerintah tapi dengan menambah alokasi dananya di APBN," tutup Arsul.
Baca juga:
Nusron sebut Ma'ruf tak pernah keluarkan fatwa larang ucapkan 'selamat Natal'
Visi Misi Prabowo-Sandi menciptakan rakyat adil dan makmur
Jadi timses Jokowi-Ma'ruf Amin, bos Kadin fokus peningkatan lapangan kerja
Program Prabowo-Sandi: Jamin kesehatan rakyat tanpa bebani rumah sakit
Merasa dikriminalisasi Jokowi, Buni Yani putuskan dukung Prabowo