Presiden PKS sebut ketimpangan ekonomi di Indonesia darurat
Presiden PKS sebut ketimpangan ekonomi di Indonesia darurat. "Kalau tidak bisa diatasi ini sangat berbahaya," tegasnya.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mencatat ada dua hal penting yang menjadi persoalan bangsa saat ini. Pertama, soal penegakan hukum. Kedua, adalah darurat ketimpangan ekonomi.
"Ini jadi dua catatan penting dari enam poin hasil musyawarah majelis syuro," kata Sohibul saat Rakornas PKS 2017 di Depok, Selasa (7/3).
Dia menjelaskan, ketimpangan ekonomi bisa dikatakan sangat darurat. "Kalau tidak bisa diatasi ini sangat berbahaya," tegasnya.
Sohibul mengaku pernah melakukan diskusi dengan Wakil Presiden dan dikatakan di banyak negara juga terjadi ketimpangan. Tetapi hanya di Indonesia ada ciri khas.
"Antara yang super kaya dan super miskin kebetulan," tandasnya.
Baca juga:
Anies bocorkan rahasia bisa tembus 40 persen di Pilgub DKI
Meski bukan kader, Anies-Sandi seperti keluarga bagi PKS
Kampanye kedua, Anies-Sandi fokus program bukan tendang kaki lawan
Anies silaturahmi ke PKS bahas persiapan kampanye putaran kedua
PKS harap kedatangan Raja Salman jadi momen perdamaian Timur Tengah
PKS siap kerja keras menangkan Anies-Sandiaga di putaran kedua
PKS sesumbar poros Cikeas dukung Anies-Sandiaga di putaran kedua
Dia menambahkan, mengatasi persoalan itu pihaknya membuka pintu dialog dengan berbagai kalangan. PKS, kata Sohibul, siap berdialog dengan siapapun untuk mencari solusi untuk bangsa.
"Selama ini ada komunikasi tapi tertutup dan insidensial. Marilah kita buka dialog, apa bayangan mereka tentang Indonesia dan sodorkan bayangan kami. Sehingga bisa diketahui mana yang sama dan bisa dikerjakan dan yang beda kita carikan solusi. Jadi, Indonesia modern yang dalam konsep PKS adalah negara madani," pungkasnya.