Presiden PKS ngaku diminta mundur dari DPR oleh Majelis Syuro
"Sejak saya diamanatkan sebagai presiden (PKS), saya kan ditanya 'pak apakah mundur atau tidak (dari DPR)'. Saya katakan waktu itu kapan saja ketika syuro ataupun hasil musyawarah badan pekerja majelis syuro meminta saya mundur, saya siap mundur kapan saja," kata Sohibul, di kediaman Prabowo, Jakarta.
Presiden PKS Sohibul Iman memutuskan untuk berhenti dari keanggotaannya di DPR. Dia menyatakan keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah badan kerja Majelis Syuro PKS.
"Sejak saya diamanatkan sebagai presiden (PKS), saya kan ditanya 'pak apakah mundur atau tidak (dari DPR)'. Saya katakan waktu itu kapan saja ketika syuro ataupun hasil musyawarah badan pekerja majelis syuro meminta saya mundur, saya siap mundur kapan saja," kata Sohibul, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (10/4).
Sohibul menceritakan, selama dirinya menjabat sebagai Presiden PKS, musyawarah tersebut baru digelar bulan kemarin. Hasilnya adalah, Sohibul diminta mundur dari jabatannya di DPR agar bisa fokus menjalankan amanatnya sebagai pimpinan partai.
"Meminta agar saya mundur dari DPR dengan pertimbangan, tentu adalah supaya bisa lebih fokus kepada pekerjaan saya, amanah saya sebagai ketua DPP atau presiden dimana tahun depan ada pilkada serentak ketiga yang sangat banyak ya terbanyak saya kira dan kemudian 2019 ada pilpres dan pileg," ujar Sohibul.
Karena diawal Sohibul sudah menyatakan siap untuk berhenti kapanpun diminta, maka Sohibul memutuskan untuk memberhentikan dirinya.
Dia juga mengaku membuat dan menandatangani surat pemberhentian dirinya sendiri yang ditujukan untuk pimpinan DPR.
"Sudah diproses ya proses pengunduran di usul dari saya mundur membuat penetapan mundurnya saya dari DPR, dikirimlah ke pimpinan DPR. Memang suratnya dari saya dan yang menandatangani saya juga karena saya presidennya. Jadi, begitu prosesnya. Nah sekarang suratnya sudah dimana kebetulan saya tidak terlalu tahu tapi kemarin dikabari bahwa surat ke pimpinan DPR sudah dan pimpinan DPR sudah mengirimnya ke Presiden juga ke KPU," terang Sohibul.
Kini Sohibul tengah menanti Keppres terkait pemberhentian dirinya sebagai anggota DPR. Dia juga mengatakan, berhentinya dia dari DPR sengaja tidak diekspos lebih awal karena dirinya menganggap hal itu bukanlah hal yang istimewa.
"Enggak diberitakan, enggak diekspos, bagi kami berhenti dari DPR atau pun dilantik di DPR itu adalah proses biasa bukanlah hal yang istimewa. Jadi biarlah itu prosesnya secara alamiah begitu," tandas Sohibul.
Baca juga:
Kronologi politikus PKS dijemput polisi sepulang dari Suriah
Presiden PKS Sohibul Iman diganti dari DPR
Mundur dari DPR, Presiden PKS mengaku ingin fokus di partai
Tanggapan PKS soal kadernya diamankan Densus 88