Pramono Edhie mengaku gabung Demokrat dirayu SBY
Menurut Edhie, dia memikirkan tawaran SBY itu selama tiga pekan.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Pramono Edhie Wibowo mengaku gabung Demokrat karena dirayu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sebenarnya, Pramono ingin menghabiskan waktu bersama keluarga setelah pensiun dari militer.
"Saya sempat ditanya SBY setelah dia jadi Ketua Umum. Apakah setelah pensiun mau bergabung dengan PD. Tetapi saya rundingkan dulu dengan anak dan istri saya," kata Edhie kepada wartawan, saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Partai Demokrat, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/6).
Menurut Edhie, dia memikirkan tawaran SBY itu selama tiga pekan. Dia lantas memutuskan bergabung dengan partai identik warna biru itu.
"Keluarga awalnya minta dipikirkan lagi. Asal saya bisa membagi waktu. Setelah saya hitung dalam minggu ketiga, saya yakin bisa membagi waktu di Partai Demokrat," ujar Edhie.
Edhie lantas mengakui alasan mendasar bergabung ke Partai Demokrat karena ingin membantu SBY dalam membangun cita-cita negara Indonesia sejahtera.
Sebelumnya, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo mengakui resmi bergabung di Partai Demokrat empat hari lalu. Menurut Edhie, alasan dia bergabung ke partai berlambang bintang Mercy itu karena masih ada sisa waktu untuk mengabdi kepada rakyat.
"Empat hari lalu saya resmi jadi anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Alasan terjun ke politik karena masih ada sisa waktu buat saya buat mengabdi kepada bangsa, negara, dan rakyat," kata Pramono saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Partai Demokrat, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (29/6).(mdk/ded)