Prabowo serius menggarap Jatim
Tim sukses Prabowo-Hatta di Jawa Timur menargetkan kemenangan 65 persen suara.
Kubu Prabowo - Hatta Rajasa sadar harus merebut Jawa Timur jika ingin memenangkan Pilpres 2014. Maklum, daftar pemilih tetap mencapai sekitar 30 juta jiwa.
Capres Prabowo Subianto pun serius menggarap Jawa Timur. Dia bergerak pada hari kedua kampanye didampingi oleh ketua tim pemenangan Mahfud MD. Prabowo bergerak dari Malang hingga Kediri.
Tim sukses Prabowo - Hatta di Jawa Timur menargetkan kemenangan 65 persen suara pada Pilpres 2014 dengan didukung berbagai elemen termasuk para kiai sepuh.
"Kami targetkan 65 persen kemenangan. Target ini tidak mengada-ada," kata Imam Makruf selaku sekretaris Tim Sukses Calon Presiden Prabowo Subianto - Cawapres Hatta Rajasa, saat deklarasi pemenangan di gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Senin (2/6) lalu.
Ia mengatakan, target tersebut tidak terlalu muluk dan tidak mengada-ada. Sebab, Jatim merupakan basis nahdliyin, di mana banyak tim sukses yang mempunyai hubungan kedekatan dengan basis ini. Terlebih lagi, dukungan para kiai pun juga mengalir.
Imam Makruf menyebut nama sejumlah kiai yang mendukung itu di antaranya pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin Ngasinan Rejomulyo Kota Kediri KH Anwar Iskandar, pengasuh PP Lirboyo KH Idris Marzuki, pengasuh Pesantren Darul Ulum Jombang KH Dimyati Romli, serta sejumlah kiai sepuh lainnya.
Disebutkan, dengan dukungan para kiai sepuh tersebut, akan memberikan efek yang cukup positif. Selain itu, dukungan dari berbagai kalangan juga terus mengalir untuk kemenangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Prabowo - Hatta.
Benarkah Prabowo bisa memenangkan pertarungan di Jawa Timur? Pengamat politik Unair M Asfar menilai segala sesuatu masih bisa terjadi meski menurut dia, saat ini yang diunggulkan di Jatim adalah Jokowi - JK. Duet Jokowi - JK berpeluang menang di Jatim mengingat pada Pileg, peringkat satu dan dua di Jatim diduduki PDIP dan PKB, parpol penyokong Jokowi - JK.
"Jokowi masih unggul cuma Prabowo lagi naik. Besar kemungkinan satu bulan ini ada perubahan. Tergantung seberapa besar masing-masing mengambil simpati pemilih terutama dari PKB," jelasnya.
Menurut Asfar, suara PKB di Jawa Timur telah mengalami perpecahan. "Dari sisi NU ini selalu tidak pernah utuh apa lagi yang maju bukan orang NU," kata Asfar kepada merdeka.com, Jumat (6/6).
Elite PKB antara kubu Gus Dur dan kubu Muhaimin Iskandar yang berseberangan membuat suara PKB di Jawa Timur terpecah.
"Kekuatan kubu Gus Dur cukup kuat sehingga PKB Gus Durian cenderung melawan politik Muhaimin. Jadi itu menyebabkan komponen sayap PKB patah," tuturnya. Jika ingin menang di Jatim, Prabowo harus pandai memanfaatkan situasi ini.
(mdk/dan)