LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Prabowo: Saya ingin jadi Deng Xiao Ping Indonesia

"Dia tiga kali dipecat, tiga kali ditahan tapi memimpin majunya Tiongkok. Orang yang memenjarakan yaitu Mao Tse Dong."

2014-06-12 22:06:35
Prabowo-Hatta
Advertisement

Capres Prabowo mempunyai keinginan menjadi seperti tokoh peradaban China Deng Xiao Ping. Tokoh tersebut menurutnya adalah perintis kemajuan di China.

"Cita-cita saya di hati yang paling dalam menjadi Deng Xiao Ping-nya Indonesia. Jika sejarah Tiongkok ditulis lagi maka Deng Xiao Ping adalah yang memimpin transformasi Tiongkok," kata Prabowo di hotel Pullman, Jl. Sudirman Jakarta Pusat, Kamis (12/6).

Dia menilai Deng Shio Ping yang pernah ditahan dan dipecat mampu membawa kemajuan China. Deng Xiao Ping pun tetap menghormati orang yang memenjarakannya.

"Dia tiga kali dipecat, tiga kali ditahan tapi memimpin majunya Tiongkok. Orang yang memenjarakan yaitu Mao Zedong tetap dihormati," terang dia.

Selain itu, Prabowo mengungkapkan kader-kader Gerindra telah dikirim belajar ke China. Di China adalah pusat ilmu pengetahuan.

"Saya sudah mengirim kader-kader muda saya ke Cinhua University. Di sana tempat menimba ilmu pengetahuan dan kemajuan," pungkas dia.

Dia merasa kagum dengan perkembangan dan kemajuan peradaban China. "Saya ingin mempelajari sejarah Tiongkok. Saya sangat kagum dengan peradaban-peradaban yang tua," kata Prabowo .

Dia menjelaskan dalam buku tokoh China Sam Kok mengajarkan banyak strategi merebut kekuasaan. Strategi itu dipelajari oleh Prabowo .

Nantikan update berita Prabowo Subianto di Liputan6.com

"Jika kita baca Sam Kok ada banyak cara untuk mereput kekuasaan. Saya membaca dan mempelajarinya," terang dia.

Selain itu, dia juga menilai banyak ilmu tentang kepemimpinan dari China. China mewariskan sejarah panjang ilmu pengetahuan.

"Falsafah Tionghoa mengajarkan contoh pemimpin yang diharapkan, pemimpin yang ideal. Ilmu Tiongkok adalah sejarah panjang ilmu pengetahuan," pungkas dia.

Baca juga:
Kronologi tersebarnya surat DKP ke publik versi kubu Prabowo
Hendardi: Mau apa pun istilahnya jelas Prabowo dipecat dari ABRI
Mendarat di NTT, Hatta diminta makan pisang
Aliansi Rakyat Solo Bersatu deklarasikan dukung Prabowo-Hatta
Kampanye di Cililin, Prabowo mampir minum kopi

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.