Prabowo mengaku dinasihati tak meledak-ledak saat berbicara
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, tim penasihatnya meminta dirinya lebih kalem dalam berbicara kepada publik.
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, tim penasihatnya meminta dirinya lebih kalem dalam berbicara kepada publik.
"Sekarang banyak sekali penasihat, Bapak kalau bicara harus kalem Pak, Bapak bakal calon presiden, jangan menggebu-gebu, jangan meledak-ledak, itu nasihat semua," katanya saat memberikan sambutan selama 1,5 jam dalam bedah buku karyanya "Paradoks Indonesia" di Jakarta, Sabtu (1/9).
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah cendekiawan, seperti Ketua Forum Rektor 2013 Laode Masihu Kamaluddin, tokoh ICMI Nanat Fatah Natsir, dan Guru Besar IPB Didin S. Damanhuri.
Selain itu, mantan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, Ekonom Senior Rizal Ramli, politikus Gerindra yang juga mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir, dan mantan Gubernur BI yang kini juga berkiprah di Gerindra Burhanuddin Abdullah, serta ibunda Sandiaga Uno, Mien Uno.
Sementara itu, dari kalangan keluarga, hadir adik Prabowo (Hashim Djojohadikusumo) dan kakak Prabowo (Giyanti Djiwandono Djojohadikusumo dan Mariani Djojohadikusumo).
Prabowo mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin kalem dalam berbicara kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah, karena masyarakat akan menyimak apa yang dibicarakan olehnya.
Apalagi, menurut dia, di daerah, masyarakat yang ingin mendengar biasanya telah datang awal. Prabowo menegaskan bahwa dirinya juga lebih suka berbicara secara terbuka apa adanya.
Menurut dia, ada kecenderungan upaya memperhalus suatu kata oleh elite untuk meredam rasa.
Ia mencontohkan kata-kata prasejahtera yang menggantikan kata miskin. Selain itu, juga kata kurang gizi untuk mengganti kata kelaparan.
Artikel terkait Prabowo Subianto juga bisa dibaca di Liputan6.com
Baca juga:
Syarat jadi anggota Timses Prabowo: Rela berjuang tanpa digaji
Diklaim Ma'ruf Amin, Yusuf Mansur pilih di tengah dalam Pilpres 2019
Waketum PAN harap pelukan Jokowi-Prabowo redakan ketegangan politik
Kumpulkan DPD Gerindra, Prabowo jelaskan proses terbentuk koalisi Pilpres
Jokowi dan Prabowo pelukan, Fahri sebut mustahil pendukung akan damai di pilpres
Ma'ruf Amin: Pelukan Jokowi-Prabowo menginspirasi ke bawah