Prabowo diminta pencitraan naik motor, tapi selalu menolak
Sikap Prabowo tersebut, menurut Dahnil, juga tercermin dalam gaya kepemimpinannya. Dahnil mengemukakan, Prabowo adalah sosok pemimpin yang demokrasinya paling asli, menciptakan politik ide membangun nalar.
Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar mengkritik Capres Prabowo Subianto, karena sulit melakukan pencitraan. Menurut Dahnil, Prabowo terlalu asli menjalankan kesehariannya.
"Saya minta Pak Prabowo gimmick, naik motor gitu, pakai baju kaos gimana gitu, tapi beliau tidak mau. Karena beliau sukanya berkuda, pakai baju yang itu-itu saja, karena beliau ini asli, authentic, enggak pencitraan," kata Dahnil di sebuah diskusi di Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10).
Sikap Prabowo tersebut, menurut Dahnil, juga tercermin dalam gaya kepemimpinannya. Dahnil mengemukakan, Prabowo adalah sosok pemimpin yang demokrasinya paling asli, menciptakan politik ide membangun nalar.
"Jadi susah menemukan demokrasi yang tampil authentic seperti Pak Prabowo. Politik yang bukan hanya ajang adu ide, tapi juga seni membangun nalar argumentasi," jelas Ketum PP Pemuda Muhammadiyah.
Terakhir, Dahnil mengakui bahwa sepak terjang Prabowo bukan hanya narasi kerja-kerja-kerja. Namun lewat pidato-pidato kebangsaan yang menggerakkan.
"Pidato itu untuk menggerakkan, karena orang yang enggak bisa mikir, mereka bikin kalimat kerja kerja kerja saja, tapi tidak perlu pidato karena menurutnya yang penting kerja," tutup Dahnil.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Dokter Gamal Albinsaid ditunjuk jadi jubir timses Prabowo-Sandiaga
Sandiaga sebut dokter Gamal Albinsaid gantikan Ratna Sarumpaet di Jurkamnas
Batal polisikan Ratna, Sandiaga sebut 'Pak Prabowo bilang harus ada empati'
Hoaks Ratna Sarumpaet berpotensi turunkan elektabilitas Prabowo-Sandi
Pengakuan prabowo terpedaya oleh wajah bengkak Ratna Sarumpaet
Prabowo didesak mundur karena Ratna, Fadli Zon bilang 'enak saja, ini soal kecil'