Prabowo: Ada emak-emak mau deklarasi diusir!
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mengecam pembiaran persekusi terhadap masyarakat yang mengekspresikan kebebasan dalam berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mengecam pembiaran persekusi terhadap masyarakat yang mengekspresikan kebebasan dalam berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.
"Demokrasi menuntut kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan berserikat, dan kebebasan berhimpun," katanya dalam diskusi bedah buku Indonesia Paradoks karyanya, Sabtu (1/9).
Prabowo melanjutkan, "Ada emak-emak mau deklarasi diusir, diusir dari negaranya sendiri, dia mau datang di kota di negaranya, dia diusir, apakah republik semacam ini yang kita cita-citakan? Apakah republik semacam ini yang dicita-citakan pendiri bangsa?" tegasnya.
Sebagai negara yang telah dewasa, 73 tahun merdeka, menurut Prabowo, seharusnya mengayomi rakyatnya yang berbicara dengan baik untuk mengekspresikan pendapatnya dan memperjuangkan hak-haknya.
Ia menyatakan sangat prihatin apabila aparat-aparat negara, milik negara, milik bangsa, milik seluruh rakyat Indonesia tidak mengerti bahwa mereka harus melindungi segenap bangsa Indonesia.
"Bukan sebab kalau alat negara, alat satu golongan, saya kira itu adalah pelanggaran UUD suatu negara," kata Prabowo.
Manakala pelanggaran UUD dibiarkan, katanya lagi, sejarah manusia mengatakan bahwa rakyat tidak akan menerima bila tidak diperbaiki.
Baca juga:
Syarat jadi anggota Timses Prabowo: Rela berjuang tanpa digaji
Waketum PAN harap pelukan Jokowi-Prabowo redakan ketegangan politik
Diklaim Ma'ruf Amin, Yusuf Mansur pilih di tengah dalam Pilpres 2019
Kumpulkan DPD Gerindra, Prabowo jelaskan proses terbentuk koalisi Pilpres
Jokowi dan Prabowo pelukan, Fahri sebut mustahil pendukung akan damai di pilpres
Ma'ruf Amin: Pelukan Jokowi-Prabowo menginspirasi ke bawah