PPP: Yang penting penumpangnya, bukan PKNU
Sebagai partai berasaskan Islam, PPP masih yakin menjadi daya tarik bagi pemilih muslim.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) legowo, rencana koalisinya dengan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) gagal terjadi. PKNU malah merapat ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Bagi PPP, yang terpenting adalah suara dukungan ketimbang koalisinya.
"Legowo, kita silakan. Tidak lantas merasa ditinggalkan PKNU. Awalnya PPP juga berdiri sendiri. Lebih baik penumpangnya, dari pada kendaraannya (PKNU)," kata Ketua Tim Penjaringan Calon Legislatif PPP, Achmad Dimyati Natakusuma saat dihubungi, Selasa (19/2).
Menurutnya, PPP sebagai partai berasaskan Islam, tetap menjadi daya pikat mayoritas kader PKNU. Sehingga meski DPP PKNU menghentikan koalisi dengan PPP, namun partai berlambang Kabah itu tetap percaya diri gak bakal kehilangan simpatisan PKNU.
"Kalau kita melihat kader PKNU, platformnya banyak yang sama dengan PPP. Boleh Muhammadiyah, NU, boleh Persis," ujarnya.
Baca juga:
PPP: Gak penting PKNU merapat ke Gerindra
Tak lolos Pemilu 2014, PKNU jadi rebutan PPP dan Gerindra
Songsong Pemilu 2014, PPP ajak PKNU berkoalisi
Raih simpati di 2014, kader PPP dilarang poligami
SDA ingatkan kader PPP jangan korupsi dan poligami
Menurut Dimyati, merupakan hak setiap partai memilih berkoalisi. Sejauh ini, PPP juga banyak dilirik oleh partai lain.
"Banyak, dan belum kita buka. Karena kita ingin tahu keseriusan gabung. Kalau keinginannya terlalu besar, kita tidak menerima. Karena di PPP juga banyak kader," ujarnya.